Header Ads

ads header

Proyek Drainase Makan Dua Korban, Bikin Warga Resah


SeputarLombok.com|Mataram - Sebuah proyek pembangunan drainase di Lingkungan Kekalik Jaya meresahkan warga setempat. 

Pasalnya, proyek yang dilaksanakan Kementrian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan, SPSPLP Provinsi NTB itu belum tampak akan selesai pengerjaannya.

Padahal, kontrak kerjanya dimulai sejak 29 Maret lalu dan kontrak selesai pada 24 September. 

Selain itu, material proyek yang berserakan di sekitar lokasi proyek juga sudah memakan dua korban yang jatuh akibat terpeleset material proyek tersebut.

"Debunya juga kami khawatirkan keluarga kami terjangkit penyakit akibat debu yang terus bertebrangan," keluh salah satu tokoh warga setempat.

Proyek senilai Rp.7.227.291.000,- itu dikerjakan oleh PT.Bangun Anugrah Lestari, dengan konsultannya PT.Intishar Karya.

Alih-alih membuat warga merasa nyaman dan bisa segera menikmati pembuatan infrastruktur itu, proyek drainase dengan dana fantastis ini justru menyebabkan genangan air. 

"Masyarakat kami di sini kerjanya membuat tahu tempe, kalau terus seperti ini, usaha kami bisa mati," geramnya.

"Apalagi genangan ini memancing nyamuk demam berdarah. Kalau anak kami sakit, siapa yang mau tanggung jawab?" kesalnya lagi. 

Sementara Polmas yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas, AIPDA Mardan di lingkungan itu ketika dikonfirmasi membenarkan adanya korban jatuh akibat terhalang dan terpeleset tumpukan material galian tersebut.

”Sudah dua orang korban jatuh akibat material galian ini, satu orang warga setempat, dengan menderita luka parah hingga dilarikan ke UGD, dan hingga kini masih menggunakan korsi roda. Satunya lagi mahasiswa yang hendak berangkat kuliah dengan meggunakan sepeda motor, sempat tergelincir,” tuturnya.

Meskipun pihak kontraktor menunjukkan taggung jawab dengan pembiayaan pengobatan dan santunan tali asih, namun hal itu diperkirakan tidak menutupi penderitaannya yang sampai sekarang jadi bergantung dengan korsi roda.


Sementara Lurah Kekalik H.Fathurrahman,S.H, di ruang kerjanya menuturkan jika pengawasan pengerjaan proyek diserahkan kepada Kasi Pemerintahan Kelurahan. 

"Sejauh ini yang saya ketahui, proyek ini sudah dilakukan sosialisasi dengan berita acaranya masih ada,” ujarnya sembari menunjukkan berkas berita acara yang dimaksud. 

Dia juga menjelaskan bahwa sebenarnya warga hanya ingin proyek ini segera diselesaikan agar aktifitas warga tidak lagi terhalangi oleh pengerjaan proyek ini. 

"Lingkungan kami bisa segera bersih dan normal, sehingga aktifitas perekonomian warga lancar," sambungnya.

Tidak hanya sampai disitu, sejumlah tokoh masyarakat setempatpun menuntut agar dapat bertatap muka dengan pihak Satker dan Pelaksana proyek agar dapat didulang solusi megatasi dilema yang ada.

Dalam tatap muka tokoh masyarakat di aula Satker Dirjen Cipta Karya NTB dengan jajaran TP4D dan jajaran Satker Dirjen Cipta Karya NTB, warga yang diwakili oleh Kepala Lingkungan dan tokoh pemudanya yang juga didampingi Lurah Kekalik beserta Bhabinkamtibmasnya menumpahkan seluruh kekecewaan dan keluh kesahnya dengan nada tinggi.  

Aspirasi warga tersebut disampaikan langsung kepada TP4D dan Kastker Dirjen Cipta Karya NTB yang ditampung dan dibahas solusinya.

Dalam kesempatan tersebut Kastker Dirjen Cipta Karya NTB, Sugeng Slamet S.T menekankan agar pihak Kontraktor pelaksana mengejar keterlambatannya tersebut.

”Sisa pekerjaan yng 60% agar segera diselesaikan dalam sisa masa kontraknya yang 16 hari. Minimal harus mampu mengejar 1% perhari,” tegasnya.

Terkait dengan adanya lahan warga yang terkena proyek, pihak Dirjen Cipta Karya tidak menganggarkan ganti rugi.

"Yang bertanggung jawab dalam ganti rugi tersebut adalah Pemkot Mataram sebagai daerah yang mengusulkan," tandasnya. (Ung)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.