Header Ads

ads header

Memutus Rantai Kecurangan Pengadaan Sapi, Distanak Turun Gunung


SeputarLombok.com | Lombok Tengah - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Lombok Tengah tidak mau tinggal diam setelah memberikan bantuan ternak sapi kepada sejumlah kelompok.

Distanak dengan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya melalui Tim Pengawal, Pengamanan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) langsung turun gunung demi memonitor dan memastikan pekerjaan pengadaan ternak sapi oleh pihak ketiga itu dikelola dengan benar.

"Kita periksa dengan detail dan seksama agar apa yang diterima masyarakat itu nantinya sesuai dan tidak 'dipermainkan'oleh oknum," ungkap Kadistanak Loteng, HL Iskandar pada media ini.

Lebih jauh Iskandar, sapaan akrabnya mengungkapkan, hal ini dilakukan untuk meminimalisir kecurangan (froud) dalam penentuan ternak sapi yang tidak memenuhi standar sesuai dengan spesifikasi dalam perjanjian kontrak kerjasama.

Selain itu, tentunya juga untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan pembanguanan melalui upaya-upaya-upaya pencegahan secara preventif dan persuasif serta memberikan assesment hukum tentang perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan agar tertib administrasi dalam pengelolaan keuangan negara.

"Ini juga sebagai tindak lanjut MOU kami (Distanak-Red) dengan Kejari," sambungnya.

Kembali ke persoalan ternak sapi, Iskandar menjelaskan jika pengadaan ternak sapi mendapat pengawalan mulai dari proses perencanaan sampai pada proses penentuan penunjukan pihak ketiga selaku penyedia barang sebagai pemenang tender dilakukan secara ketat, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Nanti proses distribusi penyebaran ternak sapi dikawal oleh aparat teknis dinas pertanian dengan melibatkan TP4D,  APIP dan aparat kepolisian secara langsung," jelasnya.

Untuk kelompok tani, dia menjelaskan pekerjaan ini akan menyasar 35 kelompok tani se Kabupaten Lombok Tengah dangan sasaran sebanyak 296 kepala rumah tangga.
Jumlahnya mencapai 299 ekor ternak sapi yang terdiri dari 33 ekor ternak sapi jantan dan sebanyak 263 ekor sapi betina.

"Sekali lagi kami ingin masyarakat mendapatkan yang sesuai dan tidak ada persoalan hukum ke depannya," tandasnya.

Diinformasikan, untuk proses pengawalan kali ini, Distanak dan TP4D melaksanakan monitoring dan pengawalan di Desa Menemeng Kecamatan Pringgarata. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.