Jumat, 26 Oktober 2018

Masalah CSR Newmont, Warga Banjar Semprot Pemdes


SeputarLombok.com|Taliwang - Tidak jelasnya arah dana CSR dari PT. Newmont dan Dana Desa (DD) serta Anggaran Dana Desa (ADD) membuat masyarakat Desa Banjar geram. 

Mereka akhirnya memutuskan untuk menggedor kantor desa setempat guna menanyakan ke mana arah pengguaan ketiga dana yang jumlahnya fantastis itu. 

Mengatas namakan diri sebagai Aliansi Kesatuan Masyarakat Peduli Kebenaran (AKMPK) Desa Banjar, puluhan warga melakukan aksi demonstrasi di depan kantor desa. Terutama untuk menanyakan dana CSR PT. Newmont yang diberikan tahun anggaran 2012 silam. 

Ketua aliansi AKMPK, Bahtiar dalam orasinya membeberkan, masyarakat audah gerah dengan sikap pihak desa yang tidak mau menjelaskan dan terbuka kepada masyarakat.

"Padahal, kami sudah pernah menanyakan hal ini sejak dulu, tapi jawabannya tidak jelas, malah kami dijawab kalau DD, ADD dan CSR dari perusahaan itu banyak masalah," tegasnya.

Sementara saat ditemui di lokasi demontrasi, pihak Kecamatan yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan bahwa menyarankan apabila nanti tidak ada titik temu dari persolan ini dan hal yang menjadi tuntutan tidak dilaksanakan, maka pihak Kecamatan menyarankan untuk mengirim surat secara tertulis ke Inspektorat untuk investigasi atau turun ke lapangan. 

"Kalau memang tidak ada titik temu, kami sarankan silakan serahkan persoalan ini ke Inspektorat," sarannya. 


Diinfokan, penggunaan dana CSR dari PT. NNT senilai Rp. 250 Juta sudah digunakan sesuai kebutuhan masyarakat umum. 

“Dana bantuan CSR ini sudah kita gunakan untuk membeli tanah lapangan dan bangunan jalan usaha tani di dua titik. Satu jalan usaha tani di Dusun Banjar dan satunya di Dusun Plamlagi," ujarnya. 

Sementara untuk pembelian lahan tersebut, Pihak Desa telah menunjuk pihak ketiga yaitu Cv.Pariri untuk mengurus segala kebutuhan teknisnya sampai ke laporan pertanggung jawabannya. 

"Jadi kalau mereka minta pertanggung jawabannya secara administratif, itu tidak ada di Desa karena pihak CV. Pariri yang langsung bertanggung jawab ke PT.NNT selaku pemberi dana CSR," jelasnya.

"Kalau mereka minta LPJnya, bisa langusng meminta ke PT.NNT atau ke Cv. Bariri selaku pelaksananya. Itupun penunjukan CV juga tidak sembarangan karena sudah ada kualifiikasi khusus yang telah dipercayakan oleh PT.AMNT itu sendiri," ujar Syaiful.

Sedangkan untuk tuduhan warga terhadap penggunaan Dana Desa oleh kelompok warga dinilai fiktif juga dan tidak beralasan. 

Dia juga menambahkan, pihaknya sudah kelola dengan baik termasuk yang dituduhkan fiktif itu soal pembangunan penahan tebing di 4 titik dengan nilai 28 juta. 

2 titik di Dusun Banjar dan 2 Titik di Lang Gadung. Mereka bilang tidak dikerjakan.

"Tapi itu kan sudah kita kerjakan dan fisiknya sudah ada. Dari pihak Inspektorat juga sudah terjun langsung melihat bangunan fisik penahan tebing tersebut sudah ada kerjakan," tandasnya membela diri. (rd)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.