Header Ads

ads header

Bencana Gempa Mengakibatkan Merosotnya PAD KLU


Seputarlombok.com | Lombok Utara - Pasca bencana gempa melanda Pulau Lombok Dan Sumbawa, jalannya perekonomian diberbagai sektor mulai menururn dan melemah, akan tetapi Pemerintah Daerah Lombok Utara salah daerah terdampak gempa terparah terus bekerja maksimal membangkitlkan sendi-sendi ekonomi masyarakat, dengan terus melakukan penijauan di sektor-sektor pariwisata. Pasalnya, dari sektor pariwisata inilah 60 persen sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Utara.

Pasca bencana gempa sudah hampir dua bulan, aktifitas perekonomian sudah menggeliat dan mulai bangkit. Akan tetapi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Utara merosot tahun 2018, baik yang bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah dan lain-lain PAD yang sah.

Terkait penurunan penerimaan PAD tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Utara, H. Zulfadli melalui Kepala Bidang Pendapatan Daerah, Arifin. SE jumat (19/10) di ruang kerjanya menjelaskan, PAD kita juga sempat macet, baik dari pajak daerah, retribusi dan yang lain-lain, akan tetapi kita terus melakukan komunikasi dengan para pengusaha pelaku wisata dengan pendekatan persuasif. Hal ini kita lakukan, karena melihat kondisi kerusakan di gili trawangan mencapai 53 persen.

" Tetapi sebagian beroprasional pada bulan agustus dan september, meski wiasatawan (tamu) belum begitu banyak yang datang, dan dari pihak pengusaha juga siap mendatangkan tamu walaupun tidak dibayar dan jauh dibawah harga.”jelasnya.

“unutk meningkatkan  PAD Lombok Utara baik di murni dan perubahan, kita gencar melakukan penagihan dan yang di utamakan adalah piutang, pola yang digunkan tetap secara persuasif terutama yang kelas berbintang. 

"Meskipun begitu, para pengusaha melalui asosiasi pengusaha yang dibentuk melayangkan surat kepemda KLU, untuk tidak membayar pajak selama pasca gempa, akan tetapi pajak harus dibayar apapun alasannya.”tegasnya.

Dari sumber yang terhimpun, dari realisasi pajak daerah dan retribusi daerah, baik target di anggaran murni dan perubahan tahun 2018 pendapatan asli daerah Lombok Utara tidak mencapai target, pada anggaran murni mencapai 45,85 % sedangkan di perubahan baru mencapai 74,64 %. Sehingga pemerintah daerah sendiri terus gencar melakukan penagihan dengan pendekatan persuasif.

Untuk PAD murni  yang tercatat pada bulan setember 2018 mencapai Rp.57.825.704.607, atau 45,85 persen, sehingga yang belum masuk mencapai Rp. 68.306.583.814,- dengan target 126.132.288.421,- kemerosotan bersumber dari pajak daerah Rp. 65,8 miliar, dengan rincian dari pajak hotel, Rp. 33 miliar, pajak restauran Rp.13 miliar, pajak hiburan Rp.812 juta, pajak reklame Rp. 205 juta, pajak penerangan jalan Rp.4,7 miliar, pajak parkir Rp.63 juta, pajak air tanah Rp.85 juta, pajak mineral bukan logam dan batuan Rp. 3,3 miliar, pajak bumi dan bangunan dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan Rp.9,7 miliar, serta retribusi daerah Rp.292 juta dan lain-lain 2,1 miliar. 

Sedangkan untuk PAD perubahan pada bulan Oktober 2018 mencapai Rp.58,6,- miliar, atau 74 persen, sehingga yang belum masuk mencapai Rp. 19,8,-miliar dengan target Rp.78,6,-miliar, perbandingan sangat jauh, akan tetapi capaian pada anggran perubahan ini tidak seperti di anggran murni.(mu).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.