Header Ads

ads header

Tim Frevikasi Baru, Mendata Sekitar 50 % Rumah Warga Di KLU

Tim Frevikasi Baru, Mendata Sekitar 50 %  Rumah Warga Di KLU

Seputarlombok.com | Lombok Utara – Ratusan rumah masyarakat di Kabupaten Lombok Utara belum tervrifikasi dalam penerimaan dana stimulan rumah korban bencana. Padahal, gempa sudah hampir dua bulan melanda pulau Lombok. Keterbatasan tenaga tim frevikasi menjadi kendala, selian itu juga timbulnya nama-nama yang sudah terfrevikasi dkembali ( double nama) menjadi masalah di tingkat dusun, sehingga kepala dusun koplin ke petugas tim frevikasi kabupaten. Untuk saat ini tim frvikasi hanya berjumlah kurang lebih 30 orang, sehingga pemda sendiri melakaukan penambahan personil tim 30 orang.
Selian itu juga, banyak terlihat kepala dusun yang sibuk melaporkan dan mengisi data syarat untuk frevikasi rumah warga ke tenda posko utama di kantor bupati KLU. Kepala dusun kecinan, H. Subki, menjelaskan, nama-nama warga yag sudah terfrivikasi muncul kembali, sedangkan warga yang belakangan terdata dan sudah kita laporkan belum juga terfrevikasi, nah ini menjadi polemik dimasyarakat, kami minta penjelasan dari pemda langsung,”harapnya.

Berita lainnya. 

Sementara itu, Asisten I setda kabupaten Lombok Utara, Hermanto, saat berada di tenda darurat tim frevikasi data senin (24/9) menjelaskan, total rumah warga yang sudah tervreikasi dan mendapatkan SK bupati sekitar 24.072, yang memilki buku rekening bank sekitar 16.146 rumah, sedangkan yang terisi rekeningnya 1.478 setelah pemberian oleh pak president di kecamatan pemenang, belum ada penambahan lagi dan uang tersebut belum bisa dicairkan sampai sekarang. Analisa rusak berat sekitar 40 ribu rumah, data masuk ke BAPPEDA KLU  dari 70 ribu rumahyang ada.
“Terkait data-data yang keliru tim PUPR akan menegcek kembali dan merevisi, hal ini juga menjadi kendala dilapangan, karena wargapun memilki lebih dari satu rumah, tim frevikasi bekerja sejak 10 Agustus, untuk batas waktu belum ditentukan, karena banyak yang belum terfrevikasi.’jelasnya. 
Proses pencairan dana stimulan, tidak bisa dicairkan oleh pemilki rekening BRI,akan tetapi  dalam aturannya, pemilki rekening hanya bisa menerima barang, dan pembayaran barang langsung dilakukan pihak bank ke pemilki toko banguan tempat warga mengambil bahan bangunan tersebut. Jika pemilik toko tidak memilki rekening akan dibautkan oleh pihak bank. Untuk  dana stimulan pencairannya bertahap, dari 50 persen, lalu 30 persen, dan 20 persen. (mu)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.