Rabu, 05 September 2018

Sulhan Muhlis Masih Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Pusat Tangani Korban Gempa Lombok



Wakil Ketua DPRD Lombok Barat (Lobar), Sulhan Mukhlis Ibrahim, masih mempertanyakan keseriusan pemerintah pusat dalam penanganan gempa terutama di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Pasalnya, Ia menilai, pasca kedatangan Presiden Jokowi untuk yang ketiga kalinya dalam penanganan gempa Lombok, masih dirasakan lamban.
"Sudah satu bulan lebih bencana gempa bumi melanda, masih banyak masyarakat yang belum mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat," katanya, di Lombok Barat, Selasa (4/9/2018).
Sulhan menyebut, data yang disampaikan oleh pihak Pemkab Lobar tidak segera direspons Pemerintah Pusat.
"Dengan data rumah rusak yang lebih dari 57 ribu, Lobar hanya kebagian 359 rumah. Terus tindak lanjut (sisanya) kapan?," cetusnya.
Ia mengaku pernah mengikuti rapat koordinasi pada Jum'at (31/8/2018) lalu, antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTB.
Namun, menurutnya, skema dan besaran bantuan itu sendiri belum jelas sama sekali. Termasuk dalam proses verifikasinya, input datanya, dan skema penggunaan uangnya.
"Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat belum memahami skema dan jumlah bantuan ke korban atau ke pemerintah kabupaten," ucapnya.
Menurut Sulhan, BNPB (wakil Pemerintah Pusat) selaku pemangku kebijakan juga harus lebih adil dan lebih cepat merespons kebutuhan pengungsi korban gempa.
Ia memberi contoh kasus wabah malaria yang melanda pengungsi. Saat ini, kata Sulhan, jumlah pengungsi yang terjangkit malaria sudah lebih dari 40 orang di satu wilayah kerja Puskesmas Penimbung Gunung Sari.
"Apalagi kondisi sekarang mendekati musim hujan tentu kebutuhan masyarakat akan hunian sementara, tenda yang layak huni, maka BNPB harus segera meresponsnya untuk mengantisipasi dengan memberikan kelambu, selimut, penyediaan MCK, dan air bersih," ujar politisi muda PKB Lombok Barat ini.
Sebelumnya, kedatangan Presiden Jokowi ke Lombok beberapa waktu lalu, memunculkan harapan pemerintah pusat bisa memberi perhatian maksimal terhadap penanganan bencana gempa Lombok. Namun, oleh beberapa pihak dirasakan masih lamban, terutama oleh warga di Kabupaten Lobar. Hal tersebut salah satunya disuarakan oleh Wakil Ketua DPRD Lobar, Sulhan Mukhlis Ibrahim. (*)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.