Header Ads

ads header

Sempat Ditunda, Banggar Akhirnya Beri Laporan

SeputarLombok.com | Lombok Tengah - Setelah melalui pembahasan yang alot, bahkan sampai mendapat tambahan waktu, akhirnya Badan Anggaran (Banggar) DPRD Loteng menyelesaikan tugansya. 

Tugas yang 'memeras' tenaga dan fikiran anggota banggar selama beberapa hari itu mengenai pembahasan tentang Perubahan APBD Lombok Tengah tahun 2018.

Dalam laporannya, Jubir Banggar, M. Tauhid menyampaikan, pada awalnya laporan ini akan disampaikan pada Senin (24/9) lalu. Tetapi karena beberapa hal yang belum selesai dibahas, maka diundur ke Kamis (27/9).

"Dalam pembahasan ini Banggar bersama TAPD memutuskan untuk melakukan penyesuaian terhadap belanja daerah dengan mengalokasikan anggaran yang diperuntukkan untuk penanganan korban gempa maupun korban kebakaran Pasar Renteng," ungkapnya. 

Tauhid mengungkapkan, bencana yang terjadi telah membuat sejumlah kebijakan dan pengaturan anggaran di APBDP ini berubah.

Termasuk rencana pembelian Kendaraan Dinas (Randis) yang awalnya akan dibeli demi kebutuhan Kepala OPD akhirnya dialihkan menjadi dana untuk penangnanan para korban bencana. 

"Banggar dan TAPD sepakat menunda pengadaan randis dan dananya dialihkan untuk mendukung rehabilitasi pasca bencana," sambungnya. 

Selain itu, yang menjadi point penting dalam paripurna itu, bahwa Banggar dan TAPD juga membahas mengenai dermaga apung serta pembangunan puskesmas Ganti. 

"Kami setuju asalkan dilakukan audit oleh BPK supaya tidak menimbulkan persoalan hukum di belakang hari," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja keras yang dilakukan Banggar dan TAPD. 

"Terima kasih yang tidak terhingga kami ucapkan, semoga semuanya tercatat menjadi amal ibadah," ucapnya. 

Untuk diketahui, struktur Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Tengah tahun anggaran 2018 sebagai berikut:

1.Pendapatan Daerah bertambah sebesar Rp.20 Milyar menjadi sebesar Rp.1, 992 Triliun.

2.Pendapatan Asli Daerah bertambah Rp. 9, 175 Milyar menjadi sebesar Rp.190, 140 Milyar

3.Dana Perimbangan bertambah sebesar Rp.3, 391 Milyar menjadi Rp.1, 456 Triliun.

4.Lain Lain Pendapatan Daerah yang sah bertambah sebesar Rp.7, 810 Milyar menjadi sebesar Rp.345, 964 Milyar.

Sementara itu untuk Belanja Daerah Sebagai Berikut:

1.Belanja Daerah bertambah Rp. 119, 749 Milyar menjadi Rp. 2, 171 Milyar.

2.Belanja langsung sebesar Rp. 1, 006 Triliun

3.Belanjar Tidak Langsung sebesar Rp. 1, 165 Milyar.

Pembiayaan Daerah terdiri dari :

1.Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp. 179, 330 Milyar

2.Perencanaan pengeluaran: Nihil

Sehingga pembiayaan Netto sebesar Rp. 179, 330 Milyar. (fiq) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.