Rabu, 05 September 2018

RSUD Tripat Jadi Pusat Rujukan Faskes Di Lobar


SEPUTAR LOMBOK | GIRI MENANG-Sejumlah Fasilitas Kesehatan di Lombok Barat semakin berkurang pasca terjadinya gempa terakhir pada 19 Agustus 2018 lalu yang terjadi selama 3 kali dalam waktu yang tidak terlalu jauh, akibatnya sejumlah faskws yang sebelumnya bisa dimanfaatkan kini sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat H. Rachman Sahnan Putra, akibat kerusakanbl tersebut  tentunya akan mempengaruhi  proses pemulihan pelayanan kesehatan di Lombok Barat. Karena  permasalahan yang dihadapi di antaranya kerusakan pada fasilitas kesehatan di Lobar. RSUD Patut Patuh Patju menjadi pusat rujukan setelah RSUD Provinsi NTB dan RSUD Kota Mataram," Rata-rata  faskes tersebut sudah tidak berani ditempati sehingga seluruh pelayanan dilakukan di luar gedung. Persoalan baru muncul ketika sudah hampir dua minggu di pengungsian, selain masalah psikologis juga masalah fisik." 

Persoalan kurangnya faskes ini akan menjadi masalah untuk proses recovery pasca gempa," katanya di depan Anggota DPR RI Komisi IX saat rapat di posko utama penanggulangan bencana di Lobar.

Ia berharap  melalui rapat ini dapat mempercepat proses recovery di tempat-tempat terdampak karena untuk pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan gerak cepat dalam memberikan pelayanan yang bermutu dan menjaga keselamatan pasien.Menanggapi permasahalan yang ada anggota DPR RI komisi IX  Hj Ermalena mengatakan sudah merekam dan selanjutnya akan menjadi materi untuk dibahas bersama Menteri Kesehatan.

Karena Ini merupakan rapat resmi yang hasilnya nanti akan dibahas bersama Menteri Kesehatan di Jakarta. Agenda khusus yang kita bahas senin depan tentang penanganan gempa," Persoalan ini akan segera saya bahas untuk dibahas dengan menteri kesehatan," tegasnya.

Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan kesehatan akan memfokuskan penanganan recovery dampak gempa yang diketahui cukup berat. Selain korban terdampak begitu besar, banyaknya fasilitas kesehatan yang rusak berat dan sedang menjadi perhatian penting pemerintah.Gempa yang terjadi di seluruh daerah khususnya di Lombok Utara dan Lombok Barat juga memberi dampak terhadap tenaga medis yang ada. Diketahui tenaga medis yang ada tidak bekerja secara maksimal."Kita tahu tadi disebutkan fungsi tenaga medis itu hanya sebanyak 60 persen  yang 40persen  ini kita harapkan harus segera diisi," harapnya.

Siapa yang mengisinya mereka adalah yang dimobilisir dari tempat lain, khususnya yang terdekat apakah itu dari Bali, Surabaya maupun Makasar. Politisi PPP ini  berharap seperti yang dikatakan Pak Dirjen, Nusantara Sehat itu jadi bagian yang bisa dimobilisir dan untuk NTB khususnya Lombok yang dampaknya besar. Tidak hanya itu permasalahan air bersih dan sanitasi diakui Ermalena sebagai pekerjaan rumah yang sangat besar. Dikatakannya, dengan angka hampir setengah juta pengungsi ini tidak mungkin dalam waktu dekat itu disediakan air bersih yang mencukupi." Komisi IX memberikan dorongan kepada pihak terkait tidak hanya dari kesehatan tapi dari PU-PR dan lainnya menyediakn air bersih, apakah  dengan pengeboran baru atao menyalurkan dari tempat-tempat yang telah ada ke lokasi gempa," tegasnnya.

Karena ini sangat menentukan apakah pekerjaan kesehatan akan menjadi lebih ringan atau lebih berat. Kalu seandainya air bersih tidak disediakan yakinlah pekerjaan dari kesehatan akan lebih berat lagi. Seperti sekarang yang kita tahu, penyakit yang dihadapi itu adalah diare, penyakit kulit, batuk demam inikan menjadi PR yang harus kita selesaikan secepatnya.

Dalam rapat ini komisi IX juga memastikan peran BPJS Kesehatan setelah masa tanggap darurat berakhir. Pihaknya  sudah dapat kepastian bahwa sejauh memang mereka peserta JKN maka ini akan menjadi tanggung jawab BPJS."  Kita harap mereka yang belum jadi peserta JKN agar segera difasilitasi untuk bisa mendapatkan kartu jaminan kesehatan,”pintanya

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.