Sabtu, 01 September 2018

Komisi II Lirik Potensi Sekotong Kembangkan Wisata Lobar.



Komisi II meyakini jika kawasan paling selatan Lobar itu dapat menyaingi kawasan wisata Senggigi, bahkan Mandalika yang berada di Lombok Tengah (Loteng).
Hal ini diungkapkan Ketua Komisi II, Andi Irawan. Menurutnya, bukan saatnya mengirimkan sumber daya manusia (SDM) untuk menyambut wisata Mandalika. Namun bagaimana Dinas Pariwisata melihat potensi dan kondisi Sekotong sekarang untuk dikembangkan.
Walaupun memiliki potensi pariwisata yang begitu banyak, masih ada sejumlah lahan atau bangunan ditelantarkan pemiliknya. Termasuk vila di pinggir pantai yang melanggar ketentuan Peraturan Daerah (Perda).
“Di Sekotong, villa-villa dan hotel mulai tidak diurus. Dinas yang terkait di situ baik perizinan, Dinas Pariwisata, Pol PP, maupun Bapenda harusnya mengecek villa yang melanggar Perda itu,” ujar Andi yang ditemui, kemarin.
Menurutnya, hal ini harus diperhatikan demi kemajuan pariwisata. Seperti di sepanjang Batu Kijuk terdapat sejumlah villa yang melanggar aturan. Selain sejumlah hotel di beberapa gili di Sekotong tidak difungsikan hingga bertahun-tahun lamanya. “Ini yang harus kita tekankan kepada dinas terkait,” ungkapnya.
Bukan tanpa alasan kenapa politisi PAN ini sangat getol ingin mendorong Sekotong menjadi lokasi perkembangan wisata Lobar. Selain karena potensi alamnya, kawasan selatan Lobar itu memiliki sederet pulau kecil atau gili yang jumlahnya mencapai 12 pulau. Bahkan memiliki keindahan yang tidak kalah dengan di KLU. Sebut saja Gili Goleng, Tangkong, Layar, Renggit hingga Gili Gede.
Sebagian di antara 12 gili itu kepemilikannya ternyata atas nama pribadi. “Saat di cek ke BPN (Badan Pertanahan Negara), di antara 12 pulau itu sudah ada hak milik,” ungkap politisi asal Sekotong ini.
Sebagai langkah nyata, Komisi II berencana mengusulkan pembuatan Perda guna mengatur gili-gili tersebut untuk dikembangkan. Walaupun benar sudah ada gili yang menjadi hak milik pribadi. Tidak hanya membangun hotel dan villa, tapi juga destinasi wisata.
“Yang saya mau sekarang, Komisi II dengan pemerintah merapikan kembali pulau-pulau itu. Perlu membuat komitmen dengan pemilik (gili),” sambungnya.
Ia juga meminta kepada Dinas Pariwisata, Dinas Perizinan dan dinas terkait lainnya untuk kembali berkoordinasi dengan investor yang ada di sejumlah gili di Lobar. “Mari bersama-sama kita memajukan Sekotong,” ajaknya.
Menyinggung potensi lain, Andi menilai jika Sekotong juga memiliki potensi wisata kuliner. Bahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar sempat mengajukan adanya pasar kuliner di kawasan Sekotong.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.