Kamis, 20 September 2018

Juklak Juknis Membingungkan, Masyarakat Pasrah Menanti Dana Stimulan Korban Gempa



Seputarlombok.com | Lombok Utara – Sampai saat ini masyarakat korban bencana gempa bumi Lombok belum juga bisa mencairkan dana stimulan korban bencana yang dijanjikan pemerintah pusat.

meskipun mereka sudah menerima rekening tabungan Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) yang ditunjuk pemerintah sebagai tempat proses pencairan. Akan tetapi masyarakat korban bencana saat ini sudah dibingungkan dengan mekanisme penggunaan dana bantuan teresebut. Pasalnya, dalam mekanisme penyaluran bantuan yang di paparkan ke masyarakat korban gempa pada poin yang ke sembilan yaitu Dana bantuan stimulan itu harus habis digunakan untuk bangunan rumah, jika ada sisa harus di kembalikan ke kas negara.

Hal ini membuat masyakat kebingungan, karena semasih TGB H. Zainul Majdi Gubernur NTB waktu itu menegaskan, sisa dana bantuan stimulan korban gempa bisa dipakai untuk modal usaha dan meningkatkan ekonomi.

Saat ini masyarakat sangat membutuhkan dana tersebut, untuk membangun rumah mereka, karena musim penghujan sebentar lagi tiba. Terutama korban bencana yang tinggal ditenda dan rumah darurat yang dibuat dari kayu sisa bangunan rumah roboh.

Salah seorang anak korban gempa, Raden Winata Darmajaya menyatakan, mekanisme yang dikeluarkan oleh pemerintah sangatlah ribet dan membingungkan, sangat berbeda dengan penjelasan yang di sampaikan President Jokowi dan Gubenur NTB saat itu. Sangat berbanding terbalik sekali, ia berharap kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk mengusulkan kepemerintah pusat untuk direvisi dan disederhanakan mekanisme pencairan bantuan tersebut. 

“Kita bisa duduk bareng membuat formulasi kebijakan mendengarkan keinginan masyarakat, untuk membangun rumah seperti yang mereka inginkan karena kita sudah punya konsep rumah tahan gempa meskipun tetap ada pengawasan dari pemerintah pusat.”paparnya. 

Terkait dana stimulan korban bencana, Kepala Seksi Rekonstruksi, BPBD KLU, Sweden, menjelaskan, dana yang sudah masuk rekening korban bencana sebenarnya sudah masuk ke 1. 478 rekening, sehingga jika di kalikan 50 juta hampir 73 miliar 9 ratus juta  dan ntuk sementara ini masih diblokir. Untuk masyarakat korban bencana harus mengikuti tahapan pencairan dan mekanisme yang ada karena dicairkan secara kolektif. Untuk masyarakat yang sudah menerima rekening dihimbau untuk bersabar dulu dalam pencairan, agar memanfaatkan dana tersebut dengan sebaik mungkin yaitu untuk pembangunan tempat tinggal dan pembangunan diserahkan kepada masyarakat  yang berhak menerima bantuan. 

“Maka bersabar dulu, sementara administrasi berjalan dengan baik.’tutupnya. (mu)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.