Header Ads

ads header

Fraksi Demokrat Tolak Mentah-Mentah Rencana Pembelian Randis

SeputarLombok.com | Lombok Tengah - Rencana pemerintah Lombok Tengah untuk membeli kendaraan dinas bagi sejumlah pejabat di lingkup pemkab Lombok Tengah mendapat penolakan keras dari fraksi demokrat.

Dalam sidang paripurna dengan agenda penyampaian tanggapan fraksi terhadap rancangan APBD Perubahan itu, Fraksi Demokrat mementahkan rencana Pemkab yang sudah lama dibahas bersama badan anggaran itu.

Juru bicara Fraksi Demokrat, M Samsul Qomar menyatakan, rencana pemkab saat ini untuk menyeragamkan Randis bagi Kepala Dinas agar semuanya baru telah melukai hati masyarakat Lombok Tengah.

Apalagi, dana yang akan digelontorkan untuk pembelian kendaraan dinas itu cukup fantastis, mencapai angka Rp. 103.282.000 (seratus tiga miliar dua ratus delapan puluh dua juta).

Rencana itu akan sangat menyakiti hati masyarakat, karena masyarakat sedang mengalami bencana yang sangat banyak. Seperti gempa bumi dan kebakaran pasar Renteng Praya. Bencana itu berdampak besar pada roda perekonomian dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Dikatakan pria yang akrab disapa MSQ itu, dana itu sedang sangat dibutuhkan untuk melakukan perbaikan di sejumlah lini agar Lombok Tengah bisa segera kembali ke keadaan semula.

“Kami dari fraksi Demokrat, menolak rancangan APBD Perubahan ini jika di dalamnya masih memuat pembelian mobil dinas bagi para pejabat,” tegasnya.

Selain menolak rancangan apbd perubahan itu, dia juga mengatakan jika fraksi Demokrat mendorong agar dana yang sejatinya digunakan untuk pembelian mobil dinas itu, dialihkan untuk mensupport para pedagang pasar renteng yang sebelumnya mengalami musibah kebakaran.

Selain itu, dia mendorong agar dana itu juga digunakan untuk membantu korban gempa di Lombok Tengah bagian utara serta untuk pemulihan kondisi pasca bencana.

Hal senada diungkapkan salah satu tokoh masyarakat Selatan, Lalu Tajir Syahroni yang ikut menyoroti rencana pemberintah membeli kendaraan dinas bagi pejabat lingkup Pemkab itu.

Dia mengatakan, pemimpin daerah Lombok Tengah terlalu sadis ketika merencanakan pembelian kendaraan dinas di tengah kondisi bencana yang terjadi saat ini.

“Bagi saya, bagi kami, pemerintah kita ini sadis, sadis banget malah. Kok tega-teganya menganggarkan pembelian mobil dinas di tengah kondisi masyarakat seperti ini,” katanya.

Mantan Kepala Desa Ketara Kecamatan Pujut itu juga mengatakan, pihaknya akan mendorong agar uang sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) dialihkan untuk membantu masyarakat yang saat ini sedang membutuhkan. (fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.