Header Ads

ads header

Demo Honorer K2 Di Loteng Ricuh

SeputarLombok.com | Lombok Tengah - Kebijakan pusat mengenai batasan usia pelamar CPNS maksimal 35 tahun membuat para honorer K2 di Lombok Tengah geram.

Dengan massa mencapai ratusan orang, para honorer itu melakukan long march dari belakang kantor dinas pendidikan menuju Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Lombok Tengah.

Mereka membawa berbagai atribut berupa spanduk yang bertuliskan pns harga mati, dan tuntutan agar honorer K2 diangkat menjadi pns tanpa syarat.

Di Kantor BKPP, massa melakukan orasi sampai membuka baju seragam yang mereka kenakan sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro terhadap pegawai honorer.

Sayangnya, aksi yang awalnya berjalan damai itu berubah ricuh setelah konsentrasi berpindah ke kantor bupati.

Aksi saling dorong antara peserta aksi dengan aparat kepolisian tidak bisa terhindarkan saat massa mencoba memasuki Kantor Bupati.

Peserta aksi melakukan sejumlah protes terhadap aparat yang sempat mengepalkan tinju kepada peserta aksi. Tetapi bentrokan bisa terhindarkan setelah korlap menenangkan massa.

"Tolong terima kami, kami hanya ingin menyampaikan tahun 2018 PNS," teriak Junaidi, salah satu orator dalam aksi ini. 

Sementara itu, Kepala BKPP Lombok Tengah, HM.Nazili menjelaskan bahwa aturan itu berasal dari pusat dan tidak bisa diintervensi oleh daerah.

Dikatakan, pihaknya sudah pernah mengajukan permohonan agar aturan itu dicabut, tetapi ditolak.

"Kita sudah meminta pusat merubah aturan itu, tapi katanya tidak bisa," katanya. 

Para pegawai honorer itu menuntut agar pemerintah daerah bisa mendorong pemerintah pusat mencabut aturan itu, atau menfasilitiasi mereka melakukan aksi protes ke pusat. (fiq) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.