Sabtu, 08 September 2018

Akibat Gempa, Lobar Rugi Trilyunan Rupiah


Seputarlombok.com | Lombok Barat - Kerugian materiil yang diderita oleh Kabupaten Lombok Barat akibat bencana gempa bumi di Pulau Lombok sejak tanggal 5 Agustus 2018 diperkirakan mencapai Rp.  4.101.729.124.200,- atau empat trilyun lebih. 

Angka tersebut dirilis sebagai hasil kajian dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar.

"Dalam menghitung angka tersebut, kita didampingi oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana, red)," ujar Kepala Bappeda Lobar  H. Baehaqi.

Baehaqi mengungkapkan bahwa gempa tersebut diperkirakannya  memberi kerusakan senilai 3,65 trilyun dan mengakibatkan kerugian senilai 442 milyar. 

"Total kerusakan dan kerugian kita mencapai lebih dari empat koma satu trilyun," terang Baehaqi menunjukkan angka absolutnya. 

"Belum termasuk yang immateriil, seperti korban meninggal, luka-luka, dan yang terpaksa mengungsi," lanjut Baehaqi. 

Menurutnya, sebaran kerusakan dan kerugian tersebut terbagi dalam sektor perumahan, infrastruktur, sosial, ekonomi, serta sektor pemerintahan dan keamanan.

Kerusakan dan kerugian akibat kerusakan yang dialami oleh perumahan warga diperkirakan mencapai 91,3% dari total kerugian tersebut, atau senilai dengan Rp. 3,7 trilyun. 

Sisanya menyasar sektor infrastruktur sebesar 0,32% atau Rp. 13,4 milyar lebih, sektor sosial keagamaan mencapai 6,0% atau Rp. 249,7 milyar lebih, sektor ekonomi mencapai 2,12% atau senilai dengan Rp. 87,1 milyar lebih, dan sektor pemerintahan/ keamanan yang menelan kerusakan dan kerugian senilai 0,14% atau Rp. 5,9 milyar lebih.

Setelah menghitung-hitung, maka Kepala Bappeda Lobar ini mengestimasikan kebutuhan anggaran sebesar Rp. 2,12 trilyun lebih untuk bisa pulih seperti sebelum terjadi bencana.

"Kebutuhan anggaran sebesar itu kita perkirakan sesuai dengan sebaran aset dan kewenangan antar pemerintah," terang Baehaqi. 

Bersama BNPB, pihak Bappeda, BPBD, dan Dinas PUPR Lobar memperkirakan bahwa pihak Pemerintah Pusat harus merekonstruksi asetnya dengan total perkiraan kebutuhan mencapai Rp. 96,75 milyar. Nilai tersebut belum termasuk kebutuhan sektor perumahan sebesar Rp. 1,9 Trilyun.

Pihak-pihak tersebut pun memperkirakan Pemerintah Provinsi NTB harus menyiapkan sebesar Rp. 19,42 milyar untuk menata aset miliknya di Lobar yang rusak akibat gempa. 

Pihak Pemkab Lobar sendiri, menurut hitungan Baehaqi harus menyiapkan paling sedikit Rp. 231 milyar. 

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang dikonfirmasi tentang angka tersebut pun angkat suara. 

"Itu senilai dengan PAD kita dalam satu tahun APBD. Kita tidak mungkin bisa menyiapkan dalam satu tahun anggaran," ujar Fauzan getir. 

Untuk itu, Fauzan meminta seluruh jajarannya pro-aktif meloby pihak pemerintah pusat. 

"Rajin-rajin ngamen. Misalnya Dinas Kesehatan agar ngamen ke Kemenkes agar mereka mau bantu kita. Begitu juga dengan PU, Dikbud, dan lainnya. Silahkan ngamen ke kementerian terkait di Jakarta," ketus Fauzan menggunakan istilah unik untuk loby tersebut. 

Untuk diketahui, kerusakan akibat bencana gempa bumi di Lobar meliputi 57.614 rumah rusak, 108 rumah ibadah, 84 fasilitas kesehatan, 294 sekolah/ madrasah, 26 kantor pemerintahan, 7 jembatan dan 294 kios/ toko. 

Untuk rumah yang harus diverifikasi dan divalidasi, per hari ini 36.363 unit sudah terverifikasi. Di antaranya 21.664 rusak ringan, 6.737 rusak sedang, dan 7.963 unit rusak berat.(rd)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.