Senin, 13 Agustus 2018

RSUD Tripat Jadi Rujukan Pasien Korban Gempa


SEPUTAR LOMBOK | GIRI MENANG-Korban yang mengalami luka berat yang membutuhkan penanganan di RSUD Provinsi NTB dan RSUD Kota Mataram sudah mulai penuh (Overload) sehingga para korban tidak bisa lagi ditampung dan dirawat di RSUD milik Pemerintah Provinsi dan Kota Mataram itu.

Solusi RSUD Tripat Lombok Barat menjadi pilihan untuk menjadi rujukan perawatan semua korban gempa terjadi pada minggu lalu, baik yang berasal dari Lombok Utara,  maupun dari Lombok Barat.
Sampai dengan hari ini jumlah data pasien rujukan yang masuk ke RSUD Tripat sebanyak 15 orang korban luka-luka. Beberapa dari korban ini harus mendapatkan pelayanan yang intensif bahkan harus dilakukan operasi sehingga harus di rujuk ke RSUD Lobar.'' Kami di RSUD Tripat jadi rujukan pasien dari RSUP dan RSUD kota, '' ungkap Direktur RSUD Tripat melalui Kaabag TU RSUD Lobar Arif Surya Wirawan kepada Radar Lombok.

Terhadap penunjukan RSUD Tripat menjadi rujukan ini, Arif menjelaskan untuk melayanai pelayanan tersebut, berupa ruang operasi yang dimiliki oleh RSUD Lobar masih sangat layak untuk digunakan sebagai tempat operasi.'' Kondiis gedung operasi masih sangat layak untuk dijadikan tempat operasi,'' terangnya.

Pasca gempa yang terjadi pada minggu malam lalu, pada hari kamis, pada sebelum gempa 6.2 SR. Direktur sudah menyampaikan kepada semua pegawai rumah sakit, agar semua pasien dilayani didalam gedung, karena kondisi yang dianggap sudah normal, sehingga semua pelayanan akan dikembalikan ke dalam gedung.'' Kemarin pasien sempat dibawa masuk perawatan di dalam ruangan pada pagi hari,'' jelasnya.

Tetapi ternyata pada siang harinya justru gempa terjadi lagi, sehingga semua pasin kembali dikeluarkan dan mendapatkan payanan di tenda darurat.'' Sekarang pelayanan dikembalikan ke tenda darurat dihalaman rumah sakit,'' tegasnya.

Saat ini untuk kebutuhan berupa obat-obatan yang kebutuhan yang lainnya masih tersedian dan stoknya masih aman untuk memberikan pelayanan. Sementara itu kondisi di Puskemas Gunung Sari, para korban juga masih dirawat di halaman puskesmas, apalagi kondisi bangunan puskesmas memang sudah rusak sehingga tidak bisa dimanfaatkan kembali.' Pasien masih dirawat di halaman puskesmas,'' terang Kepala Puskemas Gunung Sari Akmal Rosamali.

Saat ini setiap harinya ada sekitar 150 pasien yang keluar masuk ke puskesmas, yang masuk dalam katagori pelayanan statis di puksesmas.'' Data statis kunjungan pasien mencapai 150 perhari,'' tegasnya.

Sedang untuk pelayanan yang mobile ke tenda-tenda para pengungi itu jumlah pasien yang bisa dikunjungi dalam satu hari bisa mencapai seribi, karena jumlah relawan tenaga medis yang cukup banyak yang turun membantu penanganan korban sehingga mereka yang tidak mau dirawat dirumah sakit atau puskesmas dikujungi oleh relawan tim kesehatan.

Hal yang sama juga terjadi di RSUD Awet Muda Narmada, pelayanan kesehatan juga masih dilakukan dihalaman rumah sakit sejak kejadian gempa beberapa waktu lalu.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.