Header Ads

ads header

Bupati Fauzan Kunjungi Ribuan Warga Lobar di Pengungsian


seputarlombok.com | Lombok Barat - Untuk ke dua kalinya gempa dengan kekuatan tinggi kembali mengguncang kawasan Pulau Lombok. Jika Minggu (29/8) lalu dengan gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR), pada Minggu (5/8) malam lalu gempa kembali mengguncang dengan kekuatan yang lebih besar yakni 7,0 SR dengan pusat titik gempa di kawasan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Guncangannya tidak hanya terjadi di wilayah KLU, namun hampir seluruh Pulau Lombok, Sumbawa, bahkan Pulau Bali. 

Di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), gempa juga menguncang hampir di 10 kecamatan. Namun yang terparah terjadi di empat kecamatan yakni Kecamatan Gunung Sari, Batu Layar, Lingsar dan Narmada. 

Jika di kalkulasikan, jumlah korban gempa di Lobar yang rumahnya hancur berantakan mencapai ribuan kepala keluarga (KK). Sampai saat ini, setidaknya menurut laporan seluruh Puskesmas, ada 16 orang meninggal dunia. 

Hal itu disampaikan oleh Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid yang memantau langsung ke lokasi gempa dan di sejumlah titik pengungsian. 

"Untuk korban meninggal akibat gempa di Lobar mencapai 16 orang," tuturnya.

Jumlah tersebut mengalami penambahan sekitar tujuh orang dari data awal sebanyak 9 orang korban yang meninggal dunia. Korban meninggal terbanyak di Lobar adalah di kawasan Gunung Sari yang merupakan titik terparah terjadinya gema di kawasan Lobar. 

Senin (6/8) pagi, Bupati Lobar langsung menggelar rapat darurat dengan mengumpulkan seluruh Kepala SKPD yang ada. Bupati Lobar langsung membentuk tim penanganan gempa untuk membantu masyarakat yang menjadi korban di empat kecamatan.

 “Tim yang kita bentuk ini sebenarnya konsern di empat kecamatan itu, tapi tidak melupakan kecamatan yang lain. Jadi Camat di enam kecamatan tetap koordinasi dengan semua Kepala Desa. Saat ini kita lagi koordinasi sama propinsi termasuk pak Gubernur supaya Dana Desa (DD) bisa dipakai untuk darurat (membantu korban gempa) ini,” sambungnya.

Sementara itu, dari pantauan guncangan gempa merobohkan ratusan rumah warga. Beberapa titik terparah terjadi di empat kecamatan tersebut, seperti di Desa Selat Kecamatan Narmada dimana gempa hampir meratakan ratusan rumah warga dengan tanah. Syukurnya tak ada korban jiwa di wilayah itu, namun informasi yang diperoleh ratusan warga terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.

“Ratusan korban yang luka kita bawa ke rumah sakit, baik di Rumah Sakit Narmada maupun di RS Kota Mataram,” demikian disampaikan H. Ahmad Zainuri salah seorang warga yang juga anggota DPRD Lobar dihadapan Bupati Lobar. 

Usai memantau korban gempa di Desa Selat Kecamatan Narmada, Bupati melanjutkan pemantauan ke Desa Dopang dan Desa Guntur Macan Kecamatan Gunungsari. Terakhir pemantauan dilanjutkan di Desa Sandik Kecamatan Batu Layar. Sama dengan di Desa Selat, ratusan rumah warga juga menjadi korban. Bahkan beberapa tempat suci turut mengalami kerusakan yang cukup parah. Selain itu, ratusan KK terpaksa mengungsi mencari tempat yang aman, baik di lapangan, persawahan hingga di perbukitan untuk menghindari terjadinya gempa susulan.(rd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.