Senin, 13 Agustus 2018

50 Pasien RSUD Tripat Dievakuasi Keluar Gedung


SEPUTAR LOMBOK - GIRI MENANG-Puluhan pasien yang sedang dirawat di RSUD Patut Patuh Patju Lobar berhasil dievakuasi oleh pihak RSUD Lobar saat kejadian Gempa berkekuatan 7.0 Sekala Richter (SR) yang mengguncang pulau Lombok pada minggu malam (5/8) lalu.

Pada saat kejadian gempa,sebagaimana data yang ada di RSUD Lobar terdapat 50 pasien yang sedang dirawat inap di rumah sakit. Untung sebanyak 50 pasien yang sedang dirawat ini berhasil dievakuasi oleh keluarga dan pegawai RSUD di Lobar. Direktur RSUD Lobar Dokter Arbain Ishak menjelaskan saat kejadian gempa ada sekitar 50 pasien sedang menjalani rawat inap.'' 50 pasien tersebut sudah dievakuasi dan sekarang dirawat di halaman depan rumah sakit,'' katanya saat dikonfirmasi kemarin.

Karena masih hawatir akan terjadinya gempa susulan, pihakya memilih untuk merawat para pasien didepan rumah sakit dengan memasang tenda darurat untuk sementara waktu sampai kondisi normal kembali.'' Untuk sementara pasien kita rawat diluar dulu ditenda darurat,'' jelasnya.

Untuk korban gempa sendiri, RSUD Lobar merawat sebanyak 8 orang korban gempa yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah bangunan mereka. Dari 8 orang ini satu orang meninggal dunia dan satu pasien masih dalam kondisi kritis koma di rumah sakit.'' Kami merawat 8 orang korban gempa, satu orang meninggal dunia,'' jelasnya.

Untuk penambahan fasilitas, saat ini sejumlah tenda-tenda darurat sudah kembali dipasang lagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar dan bantuan dari pihak Basarnas Mataram. 

Sementara itu di tempat terpisah, dampak gempa juga melanda RSUD Awet Muda Narmada. Beberapa ruangan tampak rusak dan pasien terpaksa diungsikan ke luar ruangan.Hingga sekitar pukul 11 pagi tadi, korban terdampak gempa mulai memenuhi RS. Kebanyakan berasal dari Desa Selat Kecamatan Narmada." Pasien mulai berdatangan. Korban luka-luka dan patah tulang rata-rata akibat tertimpa bangunan. Untuk sementara kita lakukan tindakan di luar di aeral parkir sini," jelas Kepala Seksi Penunjang RSUD Awet Muda Narmada, Rahma Isma.

Termasuk pasien melahirkan pihaknya  belum berani karena kondisi UGD dan ruangan lain parah, belum lagi masih adanya aktivitas gempa susulan yang terjadi sejak gempa pertama malam minggu kemari.[Dani]

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.