Header Ads

ads header

Real Count 100% Rampung, KPU Lobar Siap Jika Digugat


Seputarlombok.com | Lombok Barat -Proses rekapitulasi hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat saat ini sudah selesai di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 10 Kecamatan yang ada di Lombok Barat. Bahkan hasil penghitungan cepat Real Count KPU Lombok Barat melalui situs Infopemilu.kpu.go.id sudah diinput 100 persen dan hasil sementara mengunggulkan pasangan nomor 3 H Fauzan Khalid dan Hj Sumiatun (Zaitun) peringkat kedua paslon Naufar F Farinduan dan TGH Muammar Arafat (Farin-Muammar) dan nomor 3 Paslon nomor urut satu HM Izzul Islam dan TGH Khudari (Zul-Khaer).

Dari hasil sementara ini, salah satu paslon berencana untuk mengajukan gugatan terhadap hasil pemilihan Bupati Lobar, karena dianggap syarat dengan kecurangan, wacana gugatan hukum akan diajukan oleh paslon nomor 1 Zul-Khaer kepada Mahkamah Konstitusi. (MK).

Terhadap rencana adanya pihak yang akan mengajukan Gugatan, KPU Lombok Barat mempersilahkan masing-masing palson untuk mengajukan gugatan atau sengketa ke MK, jika ada pihak yang merasa tidak terima dengan hasil pemilihan ini. Karena mengajukan gugatan itu adalah hak masing-masing paslon, KPU tidak bisa melarang orang untuk tidak melakukan gugatan.'' Kalau ada yang mengajukan gugatan silahkan diajukan, karena itu hak masing-masing paslon, KPU tidak bisa  melarang,'' ujar Suhardi. Komisioner KPU devisi hukum saat ditemui diruangannya senin (2/7).

Untuk menghadapi para penggugat, KPU tentunya sudah menyiapkan diri, berupa berkas-berkas seperti surat suara dan berkas-berkas yang kemungkinan natinya akan menjadi bahan yang diajukan dalam materi gugatan.'' Kalau ada gugatan yang masuk ke MK, kita siapkan berkas dokumen dan argumennya,'' tegasnya.

Pihak KPU sesungguhnya tidak mau larut dari hasil sementara perhitungan quik count, karena hasil perhitungan quik count tidak bisa mengikat KPU. Tetapi  hasil yang mengikat KPU terhadap hasil pemilihan yaitu hasil resmi C1 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan hasil resmi pleno rekap C1 di tingkat PPK.'' Hasil sementara itu tidak menjadi rujukan KPU dalam menetapkan hasil pemilihan,'' jelasnya.

Bahkan dalam undang-undang Pemilu, prolehan suara yang sah dan diakui itu adalah hasil pleno ditingkat TPS, hasil rekap di tingkat PPK dan rapat, setelah itu yang terakhit rapat pleno ditingkat KPU Kabupaten.'' Rapat pleno ditingkat Kabupaten rencananya akan dilakukan pada tangga 4 Juli sesuai dengan tahapan Pilkada,'' tegasnya.

Saat ini proses rapat pleno ditinggkat PPK sudah selesai di 10 Kecamatan, sehingga semua kotak suara dari 10 Kecamatan yang aakan dibuka saat pleno nanti sudah ada dikantor KPU untuk dibuka nanti pada saat pleno di KPU Lobar yang akan digelar 4 Juli di hotel Sentosa Lobar.

Terhadap hasil sementara dari hasil Pleno ditingkat PPK, apakah ada potensi paslon bisa mengajukan gugatan. Suhardi menjelaskan untuk bisa mengajukan gugagatan, ada syarat formil yang harus dipenuhi. Kalau untuk Lobar dengan jumlah penduduk 500 sampai 1 juta jumlah penduduk, maka selisih suara baru boleh atau bisa mengajukan  sengketa atau gugatannya bisa diterima di MK harus dengan interval 1 persen. Kalau lebih dari interval selisih suara 1 persen ini, MK wajib MK akan menolak pengajuan gugatan tersebut.'' MK tidak akan meregister pengajuan sengketa, jika selisihnya lebih dari 1 persen, '' tegasnya.

Ia berharap kalau  memang ada koreksi dari masin-masing Paslon Suhardi berharap bisa dilakukan dengan cara prosedural untuk diselesaikan. Karena prosedur yang sudah dijalankan pada proses pilkada serentak ini sudah berjalan cukup bagus, masing-masing lembaga sudah bekerja sesuai dengan tugas dan pungsi masing-masing dalam melaksanakan pesta demokrasi di Lobar.(Ram)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.