Header Ads

ads header

Ratusan Pendaki Terjebak Di Rinjani 1 Orang Meninggal Dunia


Seputarlombok.com | Lombok Timur -Ratusan pendaki baik Wisatawan lokal maupun Wisatawan Mancanegara (Wisman) masih terjebak di Gunung Renjani pasca gempa berkekuatan 6.4 Sekala Richter (SR) mengguncang pulau Lombok.

Penuturan dari para foter yang membawa para pendaki menuturkan guncangan gampa diatas sangat tinggi bahkan terjadi letusan gunung yang menyebabkan terjadi hujan batu.

Juna salah satu foter menuturkan belasan kali gempa terjadi di atas gunung Rinjani bahkan letusan besar terjadi di Gunung Selaparang." Gempa balasan kali terjadi di atas" kata Juna.

Ia menyebut ada ratusan wisatawan yang ada di atasw gunung Rinjani saat ini kondisi ayah parah semua jalur pendakian rusak tertimbun pasir bakar letusan.

Sementara itu Jumani foter yang lainnya juga menuturkan hal yang sama, saat kondisi gempa pihak berusaha untuk menyelamatkan diri." Kita tidak mikir yang lain, kecuali menyelamatkan diri," ungkapnya.

Sementara itu data dari Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono mengatakan, jumlah pendaki yang masih berada di Gunung Rinjani hingga pukul 15.00 Wita sebanyak 333 pendaki. Pihakny minta mereka ambil posisi yang aman saja dulu karena jalan tertutup oleh longsor." Kita meminta mereka mencari tempat yang aman, " ungkapnya.

TNGR, kata dia, telah berkoordinasi dengan Basarnas Mataram, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan TNI/Polri guna melakukan evakuasi. Hingga saat ini, Balai TNGR telah menerjunkan tiga personel untuk melakukan penjajakan evakuasi. Sebagai antisipasi, ucap dia, seluruh jalur pendakian ditutup untuk sementara waktu sejak pagi hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil mengingat aspek keselamatan para pendaki.Sudiyono menyebutkan, satu pendaki WNI dilaporkan meninggal dunia. Namun, ia belum mengetahui identitas lengkap korban meninggal.

Data dari Humas Basarnas menyebutkan korban pendaki yang meninggal atasnama Muhammad Ainul Taksim (25) asal Makasar. Kronologis kejadian korban panik ketika gempa terjadi, korban dan teman-temannya berlarian dan ketika gempa sudh mereda teman-teman korban menjumpai korban sudah dalam keadaan meninggal dunia karena perdarahan di kepala sehingga meninggal dunia.(rd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.