Header Ads

ads header

KTM : Masyarakat Harus Hargai Sikap Politik TGB


Seputarlombok.com | Mataram -Pernyataan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi yang mendukung dua periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangkan  berbagai respon dan tanggapan dari masyarakat Indonesia, terutama di Provinsi NTB. 

Dukungan Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini  kepada Jokowi cukup mengejutkan publik Nusantara, sehingga mengundang masyarakat luas untuk memberikan tanggapan ada yang pro ada pula yang kontra  atas dukungan kepada Jokowi.

Komentar dan tanggapan juga disampaikan  oleh Ulama Muda  asal Kota Mataram TGH Muammar Arafat yang akrab disapa Kak Tuan Muammar (KTM) melalui laman pan page resminya di Facebook. KTM menyampaikan. 

" TGB Dukung Jokowi Demi Ummat" cuitan Calon Bupati Lobar inipun mendapat komentar yang beragam dari warga masyarakat pengguna FB. (netizen).

KTM menyampaikan  tanggapan soal pernyataan TGB tersebut.  Baginya apa yang disampaikan oleh TGB terhadap dukungannya kepada Jokowi melanjutkan kepemimpinannya itu adalah sikap politik TGB, dimana sikap politik tersebut harus dihargai oleh masyarakat dan umat Islam khususnya.

"  Itu sikap politik beliau (TGB) harus dihargai," ungkap Muammar.

Sebagaimana informasi yang beredar di Dunia Maya dan  media online, dampak dari dukungan ke Jokowi ini, bahkan TGB dinyatakan dikeluarkan oleh umat Islam dari alumni bela Islam 212. Terhadap hal ini. Muammar menyampaikan kalau TGB itu bukan hanya milik umat yang tergabung atau pernah berjuang dalam  212.  Dimana pada saat itu dirinya juga ikut andil dalam aksi bela Islam 212 di Monas.

" Kita berjuang untuk umat dengan cara kita masing masing," tegasnya.

Ia menganggap  biasa saja terhadap apa yang disampaikan oleh TGB ini, terhadap tanggapan masyarakat  ada yang pro dan kontra juga  dianggap menjadi  hal  yang lumrah dalam dunia politik.

" Dalam politik pro dan kontra itu biasa, jadi saya melihatnya biasa saja," tambah mantan anggota DPRD Provinsi NTB ini.

KTM menambahkan pilihan TGB belum tentu pilihan umat, tidak lantas ketika Jokowi didukung oleh TGB lantas semua umat kan mendukung pilihan TGB. Hal ini belum tentu. Begitu juga apa karena didukung oleh TGB terus Jokowi akan menang pada Pilpres mendatang belum tentu juga.

" Maka begitupun sebaliknya, bagi saya pilihan TGB belum tentu pilihan umat," tegasnya.

Muammar mengajak umat untuk berfikir terbuka dan realistis dalam menghadapi pilpres mendatang, kalau ada  orang atau calon yang lebih baik dari Jokowi mari bersama didukung, tetapi kalau  belum ada calon yang lebih baik dari Jokowi kenapa harus menolak Jokowi. Mungkin saat ini TGB melihat belum ada yang lebih baik dari Jokowi untuk memimpin.

" Kenapa gengsi dukung Jokowi, mungkin itu yang dilihat TGB," imbuhnya.(rd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.