Header Ads

ads header

Komisi II Berencana Ajukan Perda Pengelolaan Pulau Kecil di Lobar

Andi Irawan (Ketua Komisi II DPRD Lobar)

Seputarlombok.com | Lombok Barat - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Barat, Andi Irawan Menklaime, Sejauh ini 12 pulau-pulau kecil (Gili-gili)  belum dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah, bahkan diindikasikan gili-gili yang ada di sekotong sudah menjadi milik pribadi.

'' Dinas Pariwisata tahu tidak, siapa saja pemilik 12 gili yang ada di sekotong,'' tanya Andi.

Andi juga menegaskan, sejauh ini Ia sudah melakukan pengecekan dokumen dari beberapa gili yang ada itu, ternyata sudah menjadi milik pribadi, bahkan sudah ada  yang bersertifikat hak milik dari beberapa pulau tersebut.

Atas apa yang sudah terjadi ini, kalau memang sudah menjadi hak milik, pihaknya dari komisi II berencana untuk mengusulkan pembentukan Perda terhadap pengaturan dan pengembangan pulau-pulau kecil yang ada di Lombok Barat ini.

'' Saya dari komisi II berencana ajukan perda pengelolaan pulau kecil di Lobar,'' tegasnya.

Aturan tersebut, tidak hanya mengatur sebatas pembangunan hotel dan fasilitas lainnya, tetapi harus diatur juga bagaimana bisa  membentuk kawasan pulau kecil itu menjadi kawasan pariwisata di pulau-pulau kecil itu.

'' Sekarang ini banyak kawasan wisata yang sudah lama investasi, tetapi belum mulai membangun,'' tegasnya.

Contohnya seperti keberadaan gili Rengit, Gili Goleng dan masih banyak lagi, ia menilai hal ini atas kesalahan dari Pemda Lobar kenapa memberikan izin kepemilikan atas lahan tersebut. Ia mengajak kepada Pemda Lobar untuk kembali merapikan pulau-pulau tersebut, dengan cara membangun komunikasi dan membangun komitmen baru dengan para pengusaha atau investor agar mereka melakukan aktivitas usaha dikawasan gili yang sudah mereka kuasai.

'' Kalau memang Pemda Lobar serius, pasti ada jalan keluar untuk masalah penguasaan pulau ini." ujarnya.

Pemda Lobar jangan mau kalah dengan Pemda KLU yang bisa hidup dengan mengelola tiga gili, sedangkan Lobar memiliki 12 gili yang bisa dikelola. Kuncinya sekarang dinas pariwisata harus tegas dalam hal ini termasuk perizinan agar semua tempat usaha dan fasilitas lainnya mendapatkan izin resmi dari Pemda Lobar.(rd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.