Header Ads

ads header

Dewan Harap Pemda Lebih Perhatikan Bibit Atlet Daerah


Seputarlombok.com | Lombok Barat -Kemunculan Lalu Muhammad Zohri sebagai sprinter muda NTB yang tercepat di kejuaraan dunia U-20 di Finlandia dengan catatan waktu 10,18 detik, memunculkan pula sosok Yuliana.

Ia adalah juara dunia pencak silat junior di Shongkla Thailand, April lalu. Atlet kelahiran 17 Juni 2001 itu, bahkan dinobatkan sebagai pesilat terbaik di kejuaraan tersebut. Namun, atlet wanita asal Dusun Terajon Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Lobar itu dalam kemenangannya ternyata mewakili NTB dari Kota Mataram. Bukan Lobar.

Hal ini sangat disayangkan Hj Nurul Adha, selaku wakil rakyat di DPRD Lobar. Dan harus dijadikan bahan evaluasi Pemkab Lobar khususnya Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Lobar. Untuk lebih memperhatikan bibit-bibit unggul yang dimiliki daerah.

“Meski mewakili Kota Mataram, saya kira Pemda Lobar juga perlu memberikan apresiasi. Dan harus mengevaluasi, memperhatikan anak-anak kita yang berbakat,” katanya, Selasa, (17/7).

Menurutnya, dinas terkait harus lebih teliti dalam mendata bibit-bibit unggul atlet di daerah. Selain itu, pemda juga harus memperhatikan atau memperbaiki pembinaannya terhadap para atlet. Agar tidak sampai atlet daerah justru mencari peluang di daerah lain.

“Ini anak Lombok Barat, kok muncul menjadi juara malah dari Mataram,” tambah Nurul.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, tak menutup kemungkinan beralihnya atlet mencari peluang di daerah lain akibat tidak diperhatikan di daerah sendiri. Selain itu, daerah juga dinilai terlalu cepat menyerahkan atletnya untuk dibina oleh daerah lain.

“Harusnya jangan cepat-cepat diserahkan, bina saja di daerah sendiri, apa-apa saja yang kurang terus diasah,” kata anggota Komisi IV DPRD Lobar ini.

“Jika sudah ada bibit-bibit menjadi juara, diambil dan rangkul. Sebagai bentuk pengakuan kita, bahwa ini anak saya,” ucap Nurul.

Apa yang menjadi kendala bagi dinas terkait, baginya perlu dibicarakan lebih lanjut dengan legislatif. Jika mengenai anggaran, dewan siap menjembatani. Agar jenjang atlet di daerah tidak mentok hanya di tingkat kabupaten dan provinsi semata.

“Kalau masalahnya dana, maka dipembahasan berikutnya harus ada usulan untuk penambahan anggaran pembinaan atlet,” paparnya.

Tidak hanya itu, menurutnya jajaran dinas terkait juga perlu dievaluasi kembali atas kinerjanya. Jika sudah baik, maka harus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. “Perlu dievaluasi,” tukas Nurul. (Rd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.