Header Ads

ads header

Banggar Minta Pemda Lobar Evaluasi 4 BUMD


Seputarlombok.com | Lombok Barat - Keberadaan empat Perusahaan Daerah (Prusda) milik Pemerintah Daerah Lombok Barat diminta oleh Badan Anggaran DPRD Lombok Barat kepada Bupati Lombok Barat agar melakukan evaluasi dan melakukan reformasi kepengurusan di empat BUMD tersebut, karena sampai saat ini keberadaaan BUMD tersebut belum bisa menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Lombok Barat.

Permintaan evaluasi empat BUMD ini disampaikan Jumarti Jubir Banggar DPRD Lobar pada saat Rapat Pripurna penyampaian  laporan pertanggung jawaban realisasi APBD tahun 2017, yang ruang sidang paripurna DPRD Lobar (9/7).

Empat Prusda tersebut yakni PT Tripat. PD BPR Layang Berkembag, PDAM Giri Menang PT Indotan. Dari hasil kajian  Banggar empat BUMD ini tidak bisa memberikan PAD bagi Lombok Barat. Setiap tahunnya pemda Lobar memberikan penyertaan modal terhadap beberapa Prusda tersebut. Tetapi hasilnya belum ada PAD yang dihasilkan dari prusda tersebut. Dimana pada tahun 2017, hasil pengelolaan BUMD pada tahun 2017 hanya berhasil mencatatkana PAD sebesar 6,72 persen. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan PAD dari hasil yang dihasilkan dari pajak daerah maupun dari retribusi pajak daerah yang angkanya mencapai 80 persen lebih.

'' 4 Prusda ini tidak bisa memberikan PAD yang signifikan untuk daerah,'' tegasnya.

Dari penyertaan modal di dua prusahaan seperi di PT Tripat dan PT Indotan Lombok Barat Bangkit (IBL) pada tahun anggaran 2017 tidak dibebani target pendapatan dan tidak ada realisasi.

'' Lebih khusus kepada PT Tripat harus mendapatkan perhatian khusus mengingat nilai penyertaan modal  sampai Desember 2017 mencapai Rp 24 miliar,'' tegasnya.

Dari penyertaan modal ini ternyata tidak bisa memberikan kontribusi bagi PAD Lobar. Ole karena itu Banggar mendorong Pemda Lobar perlu memberikan tindakan khusus dengan menekankan peningkatan aktivitas perusahaan daerah, dan Pemda Lobar harus melakukan tindakan menegerial untuk memperbaiki performa BUMD tersebut. sampai saat ini empat BUMD PAD yang disumbangkan ke Pemda Lobar masih dibawah 5 persen yakni PDAM. PT BPR Layar Berkembang dan Jamkrida. Bahkan pendapatan PDAM sempat turun sampai ke 2,8 persen. Oleh karena itu semua direksi yang ada di Prusda tersebut, terutama di PT Tripat dan Indotan  perlu dilakukan penyegaran, sebagaimana yang sudah diatur dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014 pasal 337 ayat 1 yang berbunyi Pemda dapat melakukan resetrukturisasi untuk menyehatkan perusahaan daerah agar dapat beroperasi secara efisienm akuntabel, transparan dan prefesional. Hal ini bisa dilakukan oleh Kepala Daerah yang bertindak sebagai pemilik modal. 

Dalam laporan realisasi anggaran, Bupati Lobar H Fauzan Khalid menjelaskan realisasi belanja secara keseluruhan mencapai Rp.1,757 triliun lebih. Dari jumlah ini yang bisa dibelanjakan mencapai Rp.1,669 triliun lebin atau 96,72 persen. Pendapatan diperoleh dari PAD, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan yang sah. Dari sektor PAD, anggaran yang disediakan mencapai Rp.326 Milyar lebih dan dibelanjakan sebesar Rp.290 Milyar lebih atau 89,23 persen. Pendapatan transfer mencapai Rp.1,391 Triliun lebih. Nilai ini sudah digunakan mencapai Rp.1,367 Triliun lebih atau 98,28 persen.

Lain-lain pendapatan yang sah berupa hibah mencapai Rp.39 milyar lebih, terealisasi mencapai 41,170 milyar lebih atau 103,55 persen. Selain melaporkan realisasi anggaran, bupati juga melaporan realisasi Pos Belanja Daerah, Transfer, Pembiayaan serta laporan Perubahan Saldo Anggaran, Aperasional, Perubahan Ekuitas, Neraca, dan Arus Kas.(wz)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.