Header Ads

ads header

Pemakaman TGH. Safwan Dibanjiri Manusia dan Air Mata


SeputarLombok.com | Lombok Barat - Wafatnya Ulama kahrismatik asal Lombok Barat, TGH. Safwan Hakim Kediri menyisakan kesedihan mendalam bagi ummat Islam khususnya di NTB. 

Pada prosesi pemakaman ulama yang juga menjadi Ketua FKUN NTB itu, jalanan di Kediri dibajiiri lautan manusia.

Panjang peziarah yang ikut dalam prosesi pemakannya diperkirakan mencapai belasan kilometer.

Ulama yang menjadi pendiri Ponpes Nurul Hakim Kediri Lombok Barat itu wafat pada hari Rabu (20/6) kemarin sekitar pukul 20.30 Wita di Puksesmas Kediri Lombok Barat.

Sebagai sosok ulama yang memiliki riibuan santri dan ulama yang disegani di NTB, masyarakat NTB seakan rebutan untuk bisa menyaksikan dan mensolatkan almarhum.

Jenazah disolatkan di masjid Jamiq Baiturrahman Kediri dan dilaksnakan sebanyak 121 kali oleh puluhan ribu masyarakat NTB.

Selanjutnya jenazah dimakamkan di Tempat  Pemakaman Umum (TPU) Kediri Lombok Barat.

Almarhum TGH. Safwan lahir pada tanggal 11 Juni 1947 di Dusun Karang Bedil Desa Kediri Kecamatan Kediri Lombok Barat. Beliau meninggalkan  seorang istri bernama Hj Raehan dan 13 orang anak, yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 6 orang perempuan.

Riwayat hidup Almarhum menematkan sekolah dasar di Sekolah Rakyat (SR) 1959. Kemudian taman PGA pada tahun 1963 setelah itu melanjutkan pendidikan ke AP IAIN tahun 1965. Dilanjutkan kembali di perguruan Sarmud IAIN tahun 1968 dan melanjutkan menuntut ilmu ke Makkah atau Masjidil Haram pada tahun 1975.

Pantauan media ini, di lokasi pemakaman, puluhan ribu manusia mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhirnya, saat jenazah mau dimasukan ke liang lahan, para hadirin berusaha untuk bisa mendekat ke liang lahat sehingga panitia berusaha untuk menenangkan para hadirin agar tidak saling dorong untuk bisa menyaksikan jenazah di taruh di dalam kuburnya.

Saat proses pemakaman, pembacaan surat ikhlas mengiringi jenazah masuk ke liang lahat di pimpin oleh TGH Muhammad Zubaidi, pembacaan Talkin dipimpin TGH Abdurrahim, Zikir di pimpin TGH Mukhlis Ibrahim dan Doa disampaikan oleh TGH Ahmad Turmuzi Badarudin. 

Dalam sambutan atas nama masyarakat dan pemerintah, Sekda Provinsi NTB Dr H Rosiadi Sayuti menuturkan pengalaman terakhir bertemu dengan almarhum, dimana terakhir bertemu pada saat bulan Ramadhan di Islamic Center sebelum berangkat umrah.

"Atas nama pemerintah menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada almarhum karena begitu banyak partisipasi  membangun NTB dalam bidang pendidikan, sosial, agama," ungkapnya.

Tidak hanya dari pemerintah  daerah, Sosok  TGH Safwan banyak mendapatkan penghargaan  pemerintah pusat dan aktif dalam kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menjadi Ketua Forum Pondok Pesantren NTB, anggota MUI.

Menurut informasi yang diterima, sebelum puasa, dia sudah bersurat mengundurkan diri dari pengurusan  MUI NTB. 

Tidak hanya itu setiap kali diundang selalu beliau selalu menyempatkan diri untuk hadir pada setiap undangan.

"Selama tidak uzur beliau selalu hadiri undangan," tuturnya.

Sementara itu sambutan atas nama keluarga disampaiman oleh TGH Muharrar Mahfudz dalam kesempatan ini, ia menyampaikan permalukan dan memohonkan Maaf atas segala salah dan khilaf yang sudah dilakukan Menurutnya TGH Safwan adalah sosok Tuan Guru yang sangat takjim kepada para guru-gurunya.

Ia tercatat berguru kepada Almarhum TGH Ibrahim Khalidi. Almarhum TGH Mustafa Khalidi dan Almarhum TGH Sulaiman.

TGH Safwan merupakan putra  dari TGH Abdul Karim, ia tidak selesai sampai S1 pendidikan nya, tetapi 5 tahunan setelah itu dimulai privat  belajar kitab kecil sampai besar yang diajarkan langsung oleh orang tuanya.

"Saya selalu melihat beliau belajar privat kepada sang ayah," tuturnya.

Pemakaman TGH banyak dihadiri oleh para pejabat di pemrov NTB , Pemda Lobar Danrem, Dandim Kapolres termasuk Menteri Sosial dan Gubernur NTB menyempatkan diri untuk mensolatkan jenazah almarhum TGH Safwan Hakim. (rd)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.