Jumat, 08 Juni 2018

Ahsanul Khalik : Tiga Sifat Ketakwaan Yang Harus di Pahami ASN

Acara Pengajian Ramadhan 1439 H. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur di Masjid Agung al Mujahidin Selong

Seputarlombok.com | Lombok Timur -  Umat Islam merupakan umat yang terbaik dari semua agama di muka bumi ini karena Allah menegaskan bahwa agama yang paling benar adalah agama Islam. Demikian ditegaskan Pjs. Bupati Lombok Timur H. Ahsanul Khalik ketika memberikan tausyiah pada saat pengajian ASN di masjid Agung Al-Mujahidin Selong, Jum’at (8/6).

Pleh karena itu,menurut Ahasanul khalik, sembari mengingatkan kepada ASN untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, sebagai bagian dari tugas.

Lebih lanjut Ahsanul menguraikan, dalam perkembangannya umat islam ini disebut dengan umat pertengahan. Sebagai umat pertengahan ada beberapa konsep yang harus kita pahami sebagai umat islam.

Dimana konsep ini menurutnya," harus kita junjung tinggi dalam sendi kehidupan sehari- hari. Sebagai umat pertengahan ,umat islam harus bisa memahami posisinya untuk bisa mengayomi umat di luar Islam dengan saling hormat-menghormati dengan pemeluk agama lain. Begitu pula dalam tugas sebagai ASN, harus mampu memposisikan diri, memahami pokok-pokok tugas dan persoalan yang harus dihadapi dan dilaksanakan antara atasan dan bawahan. Pimpinan harus bisa dan bersedia mendengarkan usulan dari bawahan selama itu mengandung kebenaran dan kebaikan.

Pjs. Bupati menekankan pentingnya keseimbangan dalam berorganisasi. Sementara itu kaitannya dengan puasa, dalam uraian pengajiannya Ahsanul mengingatkan umat islam harus bisa menjalankan kewajiban dengan baik sehingga menjadi orang yang bertaqwa, dimana ketaqwaan tersebut sesuai dengan konsep sebagai umat pertengahan.

Ahsanul juga menyampaikan ada 3 sifat ketaqwaan yang harus dimiliki dalam menjalankan tugas sebagai ASN yait kesatu, Sifat MUROQOBAH yaitu apabila melaksanakan sesuatu, melakukannya karena Allah SWT sehingga akan timbul kebaikan di dalamnya, dan sebaliknya akan berusaha meninggalkan ketidakbaikan atau kemunkaran karena takut kepada Allah SWT. Bukan karena status yang disandangnya saat ini. Selanjutnya yang kedua,Sifat UKHUWAH yang disebut juga dengan Kesholeha Sosial.

“Dalam kehidupan sehari-hari mesti ingat dengan orang lain atau saudara-saudara kita yang lain. Dalam posisi inilah kita bisa menyeimbangkan antara dunia dan akhirat sehingga kita tidak merasa lebih dari orang lain,” ungkapnya. 

Selanjutnya yang ketiga, sifat RIF’AH yaitu sebagai ilmu pengetahuan. Maknanya bahwa dalam kehidupan sehari-hari juga harus mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup. Sifat Rif’ah ini juga bisa dimaknai berjiwa mulia, luhur, dan utama. karakter rif’ah ini dapat terwujud dalam tiga hal, yakni menautkan kembali relasi dengan orang yang memutuskan, menghalalkan apa yang diharamkan orang pada diri kita, dan berbuat lembut hati pada orang yang berbuat bodoh.

“Jika jiwa rif’ah dipraktikkan dalam kehidupan, meskipun ada dinamika, maka akan terbentuk masyarakat yang damai, bijak, dan selalu memupuk kebersamaan. Kalau ada yang menyulut sesuatu yg membuat kelompok kita terbakar, maka dengan jiwa rif’ah akan menjadi dewasa.”terangnya

Di akhir tausiyahnya, Ahsanul Khalik menyampaikan “Semoga puasa kita ini akan memberikan nilai-nilai lebih sehingga kita betul-betul menjalankan ibadah ini dengan sebenar- benarnya dan apa yang menjadi harapan kita, keluarga kita dan daerah kita, akan terwujud".( moel)

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.