View AllLombok Barat NTB

Latest News

Kamis, 09 Desember 2021

Dalam Waktu 1X24, Polres Lobar Berhasil Ungkap Kasus Penjambretan Anak di Gerung



Lombok Barat, NTB - Polres Lombok Barat berhasil mengungkap Kasus Pencurian dengan kekerasan (Curas) terhadap korban dibawah umur, dalam waktu singkat 1 X 24 jam, Minggu (5/12/2021).

Peristiwa ini terjadi menimpa salah satu anak perempuan, usia delapan tahun, di Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

Ini ditegaskan Kapolres Lombok Barat, Polda NTB AKBP Wirasto Adi Nugroho S.I.K, didampingi Kasat Reskrim Polres Lobar Iptu I Made Dharma Y. P. STK., SIK dan Kapolsek Gerung AKP Syaripuddin Zohri, dalam konferensi pers di Mapolres Lobar.

"Korban masih dibawah umur, usia delapan tahun, dari Desa Dasan Tapen, Kecamatan gerung, Lombok Barat," ungkapnya, kamis (9/12/2021).

Korban di jambret oleh tersangka di Gang Menuju Ponpes NW Almahsun Hidir Dusun Dasan Tapen Barat, Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, sekitar pukul 15.30 wita, Sabtu (4/12/2021).

Setelah menerima informasi, pencurian dengan kekerasan ini, Jajaran Sat Reskrim Polres Lombok Barat diback Up jajaran Polsek Gerung dalam aktu 1 X 24 jam melakukan penyelidikan dan pengungkapan kasus tersebut.

"Dengan didapat tersangka sebanyak dua orang, diantaranya tersangka berinisial MAF (44), warga Dusun Dasan Tapen, Desa Dasan Tapen, Kecamatan, Gerung, Kabupaten Lombok Barat," jelasnya.

MAF merupakan residivis, dimana sudah tiga kali melakukan kejahatan serupa, terlibat dalam kasus penjambretan.

"Kemudian mengamankan tersangka berinisial MN, merupakan penadah anting-anting dari yang dijual oleh pelaku," ucapnya.

Sedangkan modus pelaku, Kapolres menjelasakan bahwa tersangka merupakan resiivis, memang pekerjaa yang bersangkutan seperti itu.

"Adapun kronologis kejadiannya, awalnya korban sedang berjalan kaki sendirian, kemudian berpapasan dengan tersangka," ungkapnya.

Karena tersangka melihat korban memakai anting-anting, maka timbul niat jahatnya untuk melakukan penjambretan.

"Pelaku melakukan penjambretan ini, dengan cara menarik anting-anting korban, yang mengakibatkan luka pada telinga korban," pungkasnya.

Kemudian pelaku melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor, kearah Dusun Tenges Enges, Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

"Selanjutnya Pelaku menjual hasil pencurian dengan kekerasan tersebut kepada SM, sebagai penadahnya itu" tandasnya.

Atas Perbuatannya, pasal yang disangkakan yaitu pasal 365 KUHP atau pasal 480 KUHP, dengan ancaman pidana paling lama 9 tahun.(red) 

Lombok Barat Kembali Peroleh Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

 


Mataram - Lombok Barat Kembali Memperoleh Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Sebagai Badan Publik Informatif tahun 2020. Penghargaan ini merupakan yang ke 4 kalinya sejak tahun 2017. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfotik Lombok Barat Ahad Legiarto sesaat setelah menerima penghargaan sebagai badan publik Informatif di Ballroom Hotel Grand Legi Mataram, Kamis, 9 Desember 2021. 


Menurut Ahad Legiarto penghargaan ini sebagai bentuk komitmen Lombok Barat dalam menjamin keterbukaan informasi publik. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Ia mengatakan Lombok Barat melalui PPID Lombok Barat memberikan informasi kepada publik melalui berbagai saluran baik secara langsung maupun melalui website. Ia mengatakan penilaian yang dilakukan oleh Komisi Informasi Propinsi sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya dimana tahun ini penilaian dilakukan dengan visitasi langsung ke tempat pelayanan PPID untuk memastikan pelayanan yang dilakukan oleh PPID. "Tentu ini sebagai komitmen Lombok Barat untuk menjaga keterbukaan informasi Publik dan Pimpinan Daerah menaruh perhatian terhadap hal ini" ujarnya. 



Sementara itu Wakil Gubernur NTB DR. Hj. Siti Rohmi Djalilah mengatakan bahwa keterbukaan informasi publik di Nusa Tenggara Barat sudah luar biasa. NTB tahun ini berada di posisi ketiga. Selain itu ia juga bangga dengan peraihan Kabupaten Kota di NTB dimana Kabupaten/kota katagori informatif meningkat menjadi 7 Kabupaten/kota. Wagub mengatakan bahwa saat ini adalah zaman keterbukaan informasi jadi semua badan publik harus dapat memberikan informasi secara terbuka kepada publik. "Saya meyakini semua badan publik tentu memiliki komitmen untuk keterbukaan informasi publik ini dan saya bangga saat ini jumlah yang informatif meningkat. Selamat kepada yang informatif dan bagi yang belum terus tingkatkan" ujarnya.



Anugrah Keterbukaan Informasi Publik NTB tahun 2021 ini diikuti oleh Badan Publik Kabupaten/Kota, Badan Publik OPD, Badan Publik Badan Usaha. Untuk Badan Publik Kabupaten/Kota Lombok Barat memperoleh Katagori Informatif bersama Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kota Mataram, Kota Bima, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat. Anugrah Keterbukaan Informasi Publik ini dilakukan oleh Komisi Informasi Propinsi Nusa Tenggara Barat untuk mendorong keterbukaan informasi Publik di Nusa Tenggara Barat.(red) 

Usai Dihabok Pembeli, Pengedar Sabu Ditangkap Polisi


MATARAM, NTB - Lantaran kurang bayaran, dua pria di Mataram terlibat baku hantam di Lingkungan Karang Siluman Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, pada Sabtu (04/12).


Usut punya usut, keduanya, LKN (46) asal Selong, Kabupaten Lombok Timur dan S asal Dasan Agung, Kota Mataram, ribut saat sedang bertransaksi Narkoba. Keributan itu mengundang perhatian masyarakat sekitarnya.


Diduga S memukul LKN hingga tersungkur ke dalam selokan dan melarikan diri. Sementara LKN diamankan Polsubsektor Cakranegara.


Mendengar hal tersebut, Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP I Made Yogi Purusa Utama, S.E, S.I.K. memerintahkan Anggota Sat Resnarkoba Polresta Mataram untuk melakukan pengecekan dan penggeledahan terhadap LKN.


Dalam pers rilis, Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, S.I.K., M.M., mengungkapkan, saat itu, LKN mengaku sempat dipaksa untuk menelan Shabu.


"Namun ketika dilakukan pengecekan terhadap organ tubuh bagian dalam, tidak ditemukan benda mencurigakan," ujar Heri pada media.


Kasat Narkoba turut menjelaskan, LKN sempat mengelabui petugas dengan berbohong agar tas miliknya tidak diperiksa.


"Setelah dilakukan penggeledehan, ditemukan Shabu dengan berat bruto 62,7 gram, timbangan digital dan sejumlah uang tunai," papar Yogi.


Saat diintrogasi, LKN mengakui bahwa Shabu itu ia dapatkan dari seseorang di Masbagik, Lombok Timur. Sementara S, saat ini masih dalam pencarian pihak Kepolisian.


Atas perbuatannya, LKN akan dijerat Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), dan Pasal 127 ayat (1) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana selama-lamanya 20 tahun penjara. (red) 

Jamin Keamanan Pelabuhan, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tano Lakukan KRYD


SUMBAWA BARAT, NTB - Kapolsek kawasan pelabuhan Poto Tano IPDA Nurlana melakukan pengamanan sebagai bentuk mendukung program pembangunan.


"Dalam mendukung program Kapolri tentang Presisi Kapolri nomor 2 tentang jaminan keamanan untuk mendukung program pembangunan di kawasan pelabuhan," kata Kapolres Sumbawa Barat AKBP. Heru Muslimin, S. Ik., M. IP melalui Kasi humas IPDA Eddy Soebandi S. Sos kepada media ini, Rabu, (8/12).


Bentuk dukungan itu, sambung Eddy, Kapolsek kawasan pelabuhan Poto Tano melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KRYD). 


Tujuan dari kegiatan itu, guna antisipasi tindak pidana curat, curas, curanmor (3C) dan tindak pidana lainnya. Ia juga mengatakan, kegiatan itu untuk mencegah timbulnya gangguan kamtibmas di wilayah Sumbawa Barat, khususnya di kawasan Pelabuhan Poto Tano sebagai gerbang lintas Pulau Sumbawa.


Acara itu dilakukan, pukul 12.45 Wita, di pos satu pelabuhan Poto Tano dengan kekuatan 3 orang. Sasaran kegiatan itu untuk masyarakat yang akan menuju pulau Lombok, miras, sajam/senpi, narkoba, handak, barang muatan ilegal dan kendaraan tanpa dokumen yang lengkap dan sah.


"Kegiatan itu berakhir pukul 13.45 wita, alhamdulilah berjalan lancar aman dan terkendali," tutupnya. (red) 

Polda NTB Siapkan Polwan Cantik di Dapur Lapangan, Untuk Melayani Korban Banjir di Lobar


MATARAM, NTB  - Banyak aksi kemanusiaan yang dilakukan berbagai pihak, tidak terekspos media, terutama TV, terlebih TV Nasional, seperti halnya para perempuan tangguh anggota Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat yang masak untuk korban banjir di Lombok Barat.


Sejak banjir menerjang Kabupaten Lombok Barat bagian Utara Senin (6/12) lalu, beberapa anggota Polisi Wanita (Polwan) Polda NTB, terlihat sibuk memetik sayur, mengulik bumbu dan memasak nasi di Dapur Lapangan yang disediakan.


Setiap harinya para Polwan cantik ini memproduksi dua ribu lebih bungkus nasi untuk warga yang terdampak Banjir Bandang pada Senin lalu.


"mereka memang ditugaskan Kapolda NTB untuk menyediakan makan siap saji bagi korban dan petugas yang melakukan evakuasi sejak Senin hingga hari ini," kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK M.Si saat mendatangi Dapur Lapangan yang ada di Markas Brimob, Skip Ampenan, Mataram, Rabu (8/12/2021)


Artanto mengatakan, meski Dapur Lapangan ini tidak berada di Lokasi, namun nasi bungkus yang diproduksi, disebar ketitik-titik banjir yang ada di Lombok Barat.


Setidaknya 2.250 bungkus nasi diproduksi dan disebar setiap harinya, mulai Senin hingga Rabu ini.


"pagi mereka bikin 750 bungkus, Siang 750 dan Malam 750 bungkus," tambahnya.


Nasi bungkus yang diproduksi tersebut didistribusikan ke warga desa yang terdampak banjir parah, seperti di Desa Sesela, Jati Sela, Ranjok dan Desa Batulayar Utara.


Dikatakan, kegiatan mereka itu jarang terekespos Media, padahal mereka ini salah satu pahlawan juga disetiap lokasi bencana.


"sejak Senin kemarin, setidaknya ada 20 Polwan yang selalu standby masak di dapur Lapangan ini," bebernya


Kendati demikian, Artanto berharap apa yang dilakukan Polwan Polda NTB ini tercatat menjadi amal ibadah bagi mereka.


"mudah-mudah kegiatan mereka ini tercatat sebagai amal kebaikan dan tercatat sebagai ibadah dan kegiatan mereka mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa," tandasnya.


"produksi nasi bungkus untuk korban banjir ini akan terus dilakukan hingga kondisi warga terdampak banjir membaik," pungkasnya. (red)