View AllLombok Barat NTB

Hukrim

Pendidikan

Latest News

Selasa, 11 Mei 2021

Matangkan Persiapan Munas, Atensi dan Saran diberikan untuk IKA Unram



Mataram - Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) bersama panitia Munas IKA Unram, menggelar rapat pembahasan rencana kegiatan Munas IKA Unram, Selasa (11/5) di gedung Rektorat Unram, Kota Mataram.


Rapat dipimpin Sekjend IKA Unram, Cukup Wibowo dihadiri Wakil Rektor III Universitas Mataram, Prof. Dr. Ir. Hj. Enny Yuliani, Ketua Panitia Munas IKA Unram Lalu Athari Fathullah, Bendum IKA , Nasiva dan jajaran pengurus IKA Fakultas Unram lainnya. 


Sekjen IKA Unram Cukup Wibowo mengatakan, Munas IKA Unram tahun ini akan menjadi perekat sinergitas antar alumni Unram ke depan.


"Saat ini sudah terbentuk juga IKA Unram perwakilan Gerbang Kertasusila di Jawa Timur dan di beberapa daerah lain juga akan dikukuhkan. Ini menunjukkan semangat sinergitas alumni Unram yang luar biasa," kata Cukup Wibowo.

 

Munas IKA Unram, papar dia, akan dilaksanakan akhir Mei 2021 di Hotel Same, Kota Mataram. Diperkirakan kegiatan yang digelar akan dihadiri sekitar kurang dari 100 orang secara offline. 


"Kita sudah koordinasi dengan Satgas Covid-19. Munas akan digelar di Hotel Same dengan menerapkan standar prokes yang ketat, jumlahnya juga kurang dari 100 orang," ujarnya.


Wakil Rektor III Universitas Mataram, Prof. Dr. Ir. Hj. Enny Yuliani mengapresiasi kinerja pengurus IKA Unram.


Menurutnya, saat ini dalam empat tahun terakhir IKA Unram sudah memiliki pondasi yang kuat untuk pengembangan organisasi ke depannya.


"Mengelola IKA Unram memang berat, tetapi pengurus saat ini sudah bekerja maksimal. Dan IKA Unram sudah punya pondasi yang kuat," katanya sembari mengatakan agar  Munas IKA Unram bisa terselenggara dengan baik.


Sementara itu, Ketua Panitia Munas IKA Unram, Lalu Athari Fathullah menyempaikan, sejauh ini persiapan Munas IKA Unram sudah berjalan sekitar 65-70 persen.


Ia mengatakan, persiapan pematangan selanjutnya akan dikebut setelah hari raya Idul Fitri mendatang.


Terkait pendaftaran calon Ketum PP IKA Unram, Athari memastikan panitia akan membuka H - 10 sebelum Munas IKA berlangsung. Hal ini agar Calon Ketum IKA Unram memiliki waktu dan kesempatan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan pemilihnya. 


Ketua IKA Fakultas MIPA Unram, Murzal Ghazali berharap agar IKA pusat memiliki sinergi dengan IKA kabupaten/kota dan juga fakultas. Karena menurutnya, ikatan alumni di fakultas justru tidak memiliki peranan.


"Terus terang siapa yang melantik IKA fakultas kami enggak tahu.

Pada saat itu di MIPA yang mengeluarkan SK dekan. Model seperti apa antara ikatan di fakultas dan di pusat? Karena yang paling banyak punya peran IKA pusat dan daerah," ujarnya.


Sementara Sekretaris IKA FKIP, Dr Gito Hadiprayitno merefleksikan sejarah panjang IKA Unram. Sejak dulu dia mengatakan memang tidak ada yang berminat menjadi pengurus IKA. Banyak alumni fokus pada karier mereka masing-masing.


"Berangkat dari sejarah panjang Munas IKA, yang jadi penerus IKA memang tidak ada peminat. Tidak digaji dan bahkan keluarkan biaya sendiri," katanya.


Untuk itu, dia berharap IKA Unram saat ini dapat berubah dan berinovasi. Dia berharap pengurus IKA ke depan tidak berpaku pada program lama.


"Melihat perkembangan yang ada sekarang arah dan orientasi kegiatan IKA memang harus berubah, tidak bisa berpatokan pada kegiatan lama," ujarnya.


Karena faktanya, IKA sangat dibutuhkan universitas untuk mendongkrak akreditasi universitas. Sehingga IKA harus mampu tumbuh berinovasi untuk mendongkrak akreditasi.


"Karena IKA sangat dibutuhkan mendongkrak akreditasi bisa A. Ini harus jadi satu pandangan antara IKA baru harus satu visi dengan universitas. Kegiatan IKA harus memiliki kontribusi untuk akreditasi," terangnya.


Beberapa masukan diberikan untuk kemandirian IKA Unram. Salah satunya adalah dengan membuat chanel ofisial youtube IKA dan memiliki banyak subscribe. Dia berharap pendapat Adsense youtube mampu membuat IKA mandiri.


"Official YouTube yang subscribe kita banyak. Kita tinggal pekerjakan dua tiga orang. Kita gaji mereka dari pendapatan YouTube. Jadi tidak perlu iuran," tandasnya.


Selanjutnya Ketua IKA Fakultas Peternakan (Faterna), HL Makmur Said, memberikan masukan agar alumni pensiunan dapat didata. Itu kemudian dibuat sejenis kartu yang dapat memberikan mereka kemudahan di Taspen maupun keringanan pajak bumi dan bangunan.


"Kami punya alumni pensiunan. Kami menawarkan ketika berkumpul minta data," ujarnya.


"Kami ingin pensiunan mau menjadi anggota. Kami punya syarat yang bisa kita pakai berhubungan dengan Taspen. Tinggal kita minta NIK. Kartu bisa sebagai pengganti KTP dan bisa mendapatkan pelayanan rumah sakit. Bahkan kami menawarkan untuk mendapatkan 50 persen PBB," jelasnya.


Menanggapi hal tersebut, Sekjend IKA Unram, Cukup Wibowo, mengatakan tantangan IKA ke depannya adalah bagaimana bisa sejajar dengan universitas lain di Indonesia.


"Organisasi yang memiliki kesungguhan tidak mudah. Bagaimana Unram bisa sejajar dengan ITB gak gampang. Fakta objektif kami memerlukan alasan untuk sejajar," imbuhnya. 


Dia berharap, di tangan pengurus baru nantinya, nama IKA Unram dapat besar dan tentu saja berguna bagi universitas dan bangsa.


Diakhir rapat , ada hal yang unik dan menarik yakni,  baik Sekjend IKA Unram maupun WR III Unram, Prof, Dr Hj Enny Yuliani menyampaikan amanat dan pesan yang harus disampaikan ke forum rapat dari kandidat calon Ketum PP IKA Unram yang hendak maju dalam bursa pemilihan di Munas IV IKA Unram mendatang. 


Cukup Wibowo menyampaikan pesan lisan dari Andi Hadiyanto yang bertekad dan serius maju dalam pemilihan Ketua Umum IKA Unram. Pesan ini , lanjut Cukup merupakan penegasan sikap Andi Hadiyanto untuk berkompetisi dalam bursa pencalonan Ketum IKA Unram. 


"Pak Andi mengutarakan maksudnya tersebut semata mata untuk memajukan IKA Unram agar lebih baik kinerja organisasi kedepannya," papar Cukup menirukan pesan lisan dari Andi Hadiyanto. 


Sementara itu WR III Unram mendapat pesan via ponselnya yakni dari Rosiadi Sayuti ( Mantan Sekda NTB ) yang mendukung dan mengajukan nama Ketua DPRD NTB, Baiq Isvi Rupaida  untuk dicalonkan sebagai Ketum IKA Unram. Pertimbangannya, dengan kapasitas yang dimiliki, roda organisasi IKA Unram bisa berjalan dengan baik.


*Respon Ketum PP IKA Unram , Sirra Prayuna*


Terpisah, Ketua Umum Pengurus Pusat ( PP ) IKA Unram , Sirra Prayuna mengatakan Jadi pengurus ika itu musti kreatif agar tidak semata mata menggantungkan pada sumbangan. Apalagi dengan kondisi pandemi saat ini , sulit berharap pada sumbangan konvensional lagi. Biasanya yg jadi Ketum Ikatan Alumni dimana mana , maka yang sebaiknya  yang jadi Ketum IKA secara finansial di level cukup agar tidak membebani organisasi. 


Problem IKA saat ini terkait mengintegrasikan program kampus, misalnya soal Akreditasi perlu dibicarakan lebih lanjut mengingat IKA ini organisasi yang karakternya guyup yang tidak punya kewajiban pertanggungjawaban secara struktural ke institusi Universitas Mataram. 


"Justru orang yang di IKA itu punya kesediaan mengabdi secaea totalitas baik pikiran, tenaga dan finansialnya dengan segala kelebihan yang dimiliki. Tidak cukup hanya bermodalkan semangat seperti Ormas karena karakteristik kelembagaannya berbeda," ulas Sirra Prayuna. 


Mengingat organisasi Alumni bersifat Guyup , maka diperlukan orang orang yg memiliki komitmen tinggi yang punya landasan kebathinan yang kuat mengabdi dan membesarkan kampus. 


"Dan itu tidak cukup dengan hanya bermodalkan gagasan semata, contoh soal tehnologi. Ditengah pergeseran interaksi sosial di masyarakat,yang biasanya hidup bersilaturahmi/ sering bertemu , sekarang dengan tehnologi merubah kebiasaan tersebut. Zoom, webinar , video conference,  dll salah satu akibat dari kemajuan tehnologi yang memperpendek interaksi ruang ruang sosial tersebut,. Tentu ada sisi positif dan negatifnya, Untuk diperlukan orang2. Untuk itu dibutuhkan orang orang yg memiliki gagasan inovatif kreatif memanfaatkan tehnologi sebagai salah satu basic perubahan sosial," ulas Sirra . 


Terkait Pemilihan Ketum IKA Unram , Sirra menambahkan dirinya menyambut baik ada orang-orang yang memiliki kesungguhan dalam membesarkan IKA Unram yang basisnya dalam kebersediaan mengabdi. 


" Maka diksi yang dimunculkan bukan Kompetisi dalam pemilihan Ketum IKA mendatang. Basicnya kebersediaan mengabdi secara totalitas dalam memperkuat hubungan alumni dengan kampus , alumni dengan masyarakat, alumni dengan state," tandas Sirra . 


Sirra masih mempertimbangkan apakah maju atau tidak dalam pemilihan Ketum IKA mendatang. Alasannya jika ada calon Ketum IKA yang lebih baik dari dirinya , ia siap / legowo menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan yang dipegangnya saat ini. 


"Kalau tidak aklamasi , saya tidak ingin berkompetisi untuk hal tersebut. Saya juga tidak mau ngoyo-ngoyo juga untuk maju. Karena di IKA ini ikhtiar saya hanya semata-mata jalan moral,yakni membesarkan Alumni dan Almamater agar dipandang dan bermartabat" Pungkas Sirra Prayuna , Alumni Fakultas Hukum Angkatan 89 ini.(red)

Jumat, 07 Mei 2021

Mi6 : Wayang Sasak Terancam Punah karena Minim Generasi Penerus



Lombok Barat - Pria paruh baya menggunakan kemeja putih itu, menggenggam wayang kulit putihan. Wayang yang belum jadi dan belum dicat sesuai bentuknya.


Amaq Darwilis namanya. Dia adalah penatah atau pengrajin wayang kulit Sasak asal Gunung Malang, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.


Di balik keindahan wayang miliknya, menyimpan masalah cukup pelik. Dia mulai krisis generasi penerus yang dapat mempertahankan budaya dari leluhur ini.


Pria berkumis berusia 65 tahun itu begitu semangat saat didatangi Lembaga Kajian Sosial Politik, Mi6. Dengan semangat dia memperkenalkan wayang Sasak pada Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto dan Kepala Divisi Litbang Mi6, M. Zainul Fahmi, Jumat sore,  7 Mei 2021.


Dengan suara serak, Amaq Darwilis bercerita kekhawatiran akan punahnya wayang Sasak. Dia tidak memiliki generasi penerus di saat umurnya sudah cukup tua.


"Dulu bapak saya jadi penatah. Kakak saya dalang. Sekarang tersisa saya, bahkan anak saya kerja di kantoran jadi tidak bisa fokus," katanya.


Amaq Darwilis ingin sekali mengajar orang-orang untuk membuat wayang Sasak, namun generasi saat ini belum ada yang tertarik terhadap wayang Sasak.


Bahkan, bantuan dari pemerintah tidak pernah didapat. Padahal, NTB adalah daerah pariwisata, sementara wayang adalah bentuk atraksi pariwisata yang menarik bagi wisatawan.


"Bantuan tidak ada. Pemerintah belum pernah datang ke sini," imbuhnya.


Tidak mudah untuk membuat  wayang kulit Sasak. Apalagi dia bekerja seorang diri. Butuh waktu seminggu hanya untuk membuat satu wayang dengan melalui sejumlah proses. 


"Ada beberapa proses pembuatan, mulai dari ngencang, dijemur, direndam, dikerik," ujar Darwilis.


Ngencang adalah proses membentang kulit sapi mentah di alat pembentang yang berupa bingkai dari bambu atau kayu. Sisa daging pada kulit akan dibersihkan.


Kemudian masuk ke proses jemur agar kulit itu kering dan kuat. Proses jemur cukup lama, yaitu 15 hari agar kulit sapi semakin kuat.


Setelah dijemur, kulit akan direndam selama satu hari dalam air. Baru setelah itu memasuki proses amplas (dikerik) sehingga bulu pada kulit hilang dan bersih.


Setelah itu wayang akan dibentuk dan dipahat. Itu membutuhkan ketelitian yang serius agar wayang dapat rapi dan indah.


Amaq Darwilis menjelaskan, wayang Sasak terdiri dari bagian yaitu wayang kiri dan kanan. Wayang kiri identik dengan tokoh jahat (antagonis), sementara wayang kanan identitas dengan tokoh baik (protagonis).


Namun lebih sulit untuk membuat wayang kiri, karena tokoh antagonis pada wayang memiliki banyak corak dan warna. Berbeda dengan tokoh protagonis yang digambarkan pada wayang kanan, cukup sederhana.


"Tapi kalau orang luar negeri akan membeli wayang kiri, karena lebih banyak corak dan warna," ujarnya.


Dia mengatakan, dahulunya beberapa wisatawan mancanegara ke Lombok akan membeli wayang miliknya. Para turis ini lebih tertarik dengan wayang kiri yang memiliki corak yang ramai dan aneka warna.


"Wayang kiri karena banyak mahkota. Kalau wayang kanan itu biasa tidak, banyak aksesoris," katanya.


Amaq Darwilis kini terancam tidak dapat membuat wayang. Selain karena tidak adanya generasi penerus yang membantu, dia juga kekurangan dana untuk membeli bahan kulit. Padahal momentum idul fitri nanti adalah waktu yang mudah menemukan kulit sapi.


Dia mengatakan, sama sekali tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Padahal, Amaq Darwilis sangat diapresiasi di luar daerah. Dia mendapatkan penghargaan Jakarta dan Bali. Tapi justru tak digubris di daerah asalnya. Dia hanya mempertahan budaya leluhur yang menjadi harta berharga masyarakat Sasak.


"Saya dapat penghargaan dari Bali dan dari Museum Wayang Jakarta. Kalau di NTB belum ada bantuan," ujarnya.


Padahal, Amaq Darwilis sejak tahun 1968 sudah menjadi penatah wayang kulit Sasak. Bahkan, dalang tersohor Lalu Nasib selalu membeli wayang miliknya.


*Butuh Perhatian Pemerintah*


Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto yang kerap disapa Didu, mengatakan pemerintah harus lebih serius memperhatikan para penatah yang menjadi penjaga budaya Sasak. 


NTB, kata Didu adalah daerah wisata, sehingga peran penatah wayang Sasak tidak terlepas dari bagian atraksi budaya. 


Didu merasa khawatir, jika para penatah wayang kulit Sasak telah tiada, maka salah satu budaya leluhur Sasak tersohor ini akan sirna bersama mereka.


"Jangan sampai kita menyesal ketika wayang kulit Sasak akan punah seiring habisnya para penatah yang menjadi penjaga kebudayaan Sasak ini," katanya.


Keping demi keping kebudayaan Sasak harus direkat dengan benang penyekat. Benang itu adalah bantuan pemerintah yang terus membuat wayang Sasak bereksistensi. 


"Maka bantuan pemerintah yang dapat menyelamatkan wayang Sasak dari ancaman kepunahan. Mulai berikan permodalan bagi para penatah dan mulai memperkenalkan wayang Sasak pada generasi," imbuhnya.


Setali tiga uang dengan Mi6, Ketua DPD Sahabat Pariwisata Nusantara (SAPANA) NTB, Lalu Puguh Mulawarman, mengatakan keprihatinannya terhadap kesenian tradisional yang mulai tidak mendapatkan tempat di hati generasi.


"Kami merasa prihatin karena kesenian tradisional terkesan semakin dijauhi oleh kalangan anak muda. Cobalah kita liat kondisi Amaq Darwilis yang merasa risau karena tidak punya generasi penerus," imbuhnya.


Generasi masa kini katanya, telah larut terhadap perkembangan teknologi dan gawai, sehingga "para penjaga budaya" mulai sirna seiring zaman.


"Mari kita liat saja kenyataan bahwa anak anak lebih mengenal tokoh kartun asing ketimbang tokoh dalam budaya sendiri, Bahkan, ada beberapa anak yang tidak mengenal sama sekali kesenian tradisional. Ini kemungkinan terjadi akibat kurangnya informasi dan pengajaran terkait kesenian tradisional khususnya pewayangan," ujarnya.


Dia meminta semua stakeholder berperan untuk menyelamatkan wayang Sasak dari ancaman kepunahan akibat tidak adanya generasi penerus.


"Untuk itu, kami mengharapkan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten yang ada di Pulau Lombok , pegiat pariwisata, budayawan, akademisi besatu padu dan semua unsur terkait untuk bersatubpadu meningkatkan dan mengembangkan inovasi guna memperkenalkan kesenian wayang Sasak kepada kalangan milenial sehingga rasa cinta dan bangga bisa tumbuh di hati mereka," imbaunya.


Dia berharap, pembuat kebijakan  agar kesenian wayang ini dapat diperkenalkan secara formal melalui sekolah sekolah dalam bentuk kegiatan ekstrakulikuler, sehingga kesenian wayang Sasak khususnya yang terkait dengan proses produksi wayang Sasak ini tidak punah.


"Kita sangat khawatir apabila tidak ada upaya nyata pemerintah dan masyarakat maka wayang sasak menjadi hilang, terlupakan dan tergerus zaman," katanya.


"Padahal, kesenian dan alat-alat tradisional mempunyai nilai-nilai filosofis yang syarat akan makna dan pendidikan bagi pemuda dan juga masyarakat secara luas," ucapnya.(red)

Terindikasi Balap Liar, Polres Lobar Amankan Sejumlah Sepeda Motor



Lombok Barat - Polres Lobar Menggelar Patroli gabungan, dalam mengantisipasi Aksi Kejahatan Menonjol diantaranya Pencurian Dengan Pemberatan (Curat), Pencurian Dengan Kekerasan (Curat), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), di Wilayah Hukum Polres Lombok Barat.

Kasat Lantas Polres Lombok Barat Polda NTB Iptu Rita Yuliana, S.I.K., M.M mengatakan, selain menyasar kasus kejahatan Curat, Curas dan Curanmor (3C), junga mengantisipasi gangguan kamtibmas lainnya, Rabu (5/5/2021).

“Antisipasi gangguan kamtibmas terutama saat bulan Ramadhan, atau menjelang Perayaan Idhul Fitri, seperti  Balap Liar, Balap Lari maupun gangguan Kamtibmas lainnya,” ungkapnya, Kamis (6/5/2021).

Iptu Rita menegaskan, terlebih saat ini masih dalam masa pandemic Covid-19, sehingga setiap aktifitas masyarakat tidak akan terlepas dari pengawasan Protokol Kesehatan.

“Terutama kegiatan atau aktifitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan, sehingga ini juga menjadi atensi kami,” pungkasnya.

Sehingga, Cara Bertindak dalam kegiatan Patroli ini, masih memprioritaskan protocol Kesehatan, mengantisipasi terjadinya kerumunan.sehingga personel dibagi menjadi empat regu. 

“Regu satu menyasar Jalur BIL I, menuju ke Wilayah Kec. Kuripan, Regu dua mengambil route Jalur BIL I, Menuju ke Wilayah Kediri, regu tiga Jalur BIL 2  menuju Ke Arah wilayah Kec. Gerung, dan regu empat Jalur BIL 2 menuju ke Arah Wilayah Kec. Labuapi,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, Polisi mengamankan lima unit kendaraan bermotor, karena dindikasikan akan melakukan balap liar.

“Sebagian besar tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan, bahkan beberapa diantaranya tanpa dilengkapi dengan Nomor Polisi,” pungkasnya.

Dilokasi lainnya, yaitu di seputaran Senggigi Batulayar, Anggota Patroli Polres Lobar dan  Anggota Polsek Senggigi mengamankan 14 unit sepeda motor yang juga terindikasi akan melaksanakan balap liar.

“Segera diberiklan tindakan, mengamankan kendaraan tersebut, untuk diproses lebih lanjut,” tandasnya.

Selain itu, dalam kegiatan patroli ini juga, membubarkan dan memberikan himbauan tertib protokol kesehatan kepada Sekumpulan Remaja dan anak-anak yang berkeliling berkerumun menyerukan sahur.


“Setelah itu, kemudian dilanjutkan melakukan Patroli menyasar Wilayah Pemukiman Masyarakat yang rawan terjadinya 3C,” tutupnya.(dn)

Sosialisasi Perda, Ruslan Turmuzi Beberkan Pentingnya Larangan Mudik



Lombok Tengah - Komisi IV DPRD NTB, Ruslan Turmuzi melakukan sosialisasi terhadap Peraturan Daerah (Perda) NTB Nomor 3/ 2020 tentang Ekonomi Kreatif dan Perda Nomor 7/2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular di Kantor PDI Perjuangan Lombok Tengah,  Kota Praya, Loteng, Kamis, 6 Mei 2021.


Dialog sosialisasi Perda Provinsi NTB yang dipandu langsung, Ketua DPC PDIP Loteng, Suhaimi serta dihadapan puluhan  peserta, Ruslan meminta masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan atau prokes. Itu adalah cara untuk menekan laju pertumbuhan COVID-19 seperti di India.


"Tolong bantu pemerintah dengan hanya menerapkan protokol kesehatan. Karena dari itu pengembangan dari virus bisa diantisipasi," katanya.


Politisi PDIP ini mengatakan sejak pandemi pertama kali masuk NTB pada 2020, telah menguras Rp926 miliar dana APBD Provinsi untuk pencegahan COVID-19. Itu belum termasuk APBD kabupaten/kota.


"Tahun 2020 yang dialihkan untuk COVID-19 dari APBD Provinsi 926 miliar dilakukan refocusing. Artinya sangat berdampak persoalan COVID pada perekenomian kita," ujarnya.


Saat ini kata Ruslan, pemerintah menerapkan kebijakan larangan mudik. Kebijakan tersebut memang memiliki konsekuensi rendahnya nilai transaksi di masyarakat. Namun kebijakan itu juga dapat menyelamatkan masyarakat dari pandemi COVID-19 jenis baru seperti yang terjadi di India.


"Tidak akan terjadi transaksi ketika masyarakat tidak diberikan izin untuk mudik. Tapi dampaknya luar biasa. Sudah mulai masuk varian baru artinya bukan hanya COVID-19 yang ada, varian lain dari COVID-19 sudah banyak," bebernya.


Dia mengingatkan bahaya varian virus jenis baru yang terjadi di India, di mana dalam satu jam menewaskan 117 orang.


Dampak COVID-19 kata Ruslan juga membuat belanja pemerintah tertunda karena harus melawan pandemi. Sehingga, dia meminta masyarakat untuk selalu menjaga prokes demi keselamatan masyarakat itu sendiri.


Ruslan juga mengajak masyarakat untuk divaksin agar terhindar dari bahaya virus. Suntik vaksin ditegaskan tidak berbahaya dan dapat menyelamatkan manusia dari COVID-19.


"Ada kebijakan pemerintah memberikan kebebasan vaksinasi. Tolong masyarakat mari kita vaksin. Ini tidak bayar," katanya.


Dia mengingatkan, COVID-19 selain berbahaya bagi nyawa manusia, juga membuat perekonomian terganggu, belanja pemerintah untuk kepentingan umum juga terganggu. Sehingga, hanya kesadaran masyarakat sendiri yang mampu mencegah COVID-19.


"Akibat COVID-19 banyak pokir yang sudah dikerjakan belum dibayar," katanya.


Tenaga Ahli Komisi IV DPRD NTB, Dr. Iwan Harsono, mengatakan pemerintah daerah bersama DPRD telah membuat Perda khusus ekonomi kreatif. Pada Perda tersebut terdapat 21 jenis ekonomi kreatif.


"Dari perencanaan pemerintah daerah bersama DPR, bidang ekonomi kreatif termasuk arsitektur, seni rupa, aplikasi game, fashion, musik. Pemerintah membantu pengembangan desain produk, menjalankan program terkait ekonomi kreatif," ujarnya.


Orang yang bekerja di bidang ekonomi kreatif akan dibantu oleh pemerintah untuk usaha mereka. Itu tujuannya untuk menumbuhkan geliat ekonomi kreatif di NTB, khususnya saat pandemi ini.


Ruslan Turmuzi akan membantu memperjuangkan orang yang bergerak di ekonomi kreatif bidang kuliner.


"Orang di bidang kuliner akan dibantu. Itu yang akan diperjuangkan Ruslan dan kawan-kawan di DPRD. Sehingga mendapatkan perhatian," katanya.


Dijelaskan, pada APBD NTB terdapat bagian untuk sukseskan pelaku usaha ekonomi kreatif di NTB.


Iwan juga meminta masyarakat dalam memasarkan hasil ekonomi kreatif menggunakan pemasaran digital. Karena tidak dipungkiri peran internet sangat menunjang proses promosi.


"Pasar zaman dulu ketemu secara fisik. Sekarang pasar melalui HP. Itu sudah dibuat di sini (Perda Ekonomi Kreatif) Bab per Bab. Termasuk perlindungan iklim usaha," imbuhnya.


Dia mengatakan, di awal pandemi ekonomi kreatif minus sangat besar di angka 7,9 persen. Itu mulai terjadi pada 24 Maret 2020. Karena saat itu terjadi lockdown.


"Karena saat itu lockdown tidak ada kegiatan produksi dan konsumsi yang signifikan, ungkapnya.


Kemudian, pada triwulan kedua 1 Juli sampai September minus 6,5. Itu karena banyak diblokade akibat pandemi.


"Triwulan pertama 2021 minusnya 1,81 jadi berkurang ada tanda baik. Tapi kita lihat belanja kurang. Karena banyak orang kaya simpan uang di bank," ujarnya.


Sementara itu salah satu peserta Moh. Faisal mengatakan terkait mencegah penyebaran covid 19 , dia meminta agar PDIP Lombok Tengah segera melakukan vaksinasi menyeluruh kepada kader dan fungsionaris partai. 


"Sebelum melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya vaksinasi untuk mencegah bahaya covid 19, sebaiknya DPC PDIP Loteng melakukan vaksinasi masal untuk internal partai dulu," tukasnya. 


Atas usulan Tersebut, Ketua DPC PDIP Loteng, Suhaimi dan Ruslan Turmuzi mendukung penuh dan akan segera menindak-lanjuti dalam waktu dekat ini sebagai bagian komitmen PDIP mendukung program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.


Diakhir Sosialisasi, Suhaimi dan Ruslan Turmuzi mewakili partai membagikan bingkisan lebaran untuk fungsionaris DPC PDIP Loteng maupun seluruh Pengurus Anak Cabang se Lombok Tengah.(red)